Terkadang saya merasa geli sendiri jika mendapat pertanyaan2 ataupun pernyataan yang agak sensitif, baik dari teman2 ataupun dari senior. Dan kmarin malam, pernyataan itu muncul lagi..

Kemarin malam, saya menghadiri acara walimahan teman.. biasanya sih kalau ada acara seperti itu..saya datangnya bareng akhwat lain. tapi kali ini saya pergi sendiri karena gak tau mau ajak siapa karena tidak banyak teman2 akhwat yang diundang. Walaupun sebenarnya saya kurang pede datang di acara2 kayak gituan sendiri kalo gak pake hijab. Kalau pake hijab kan tidak masalah. Akhirnya berangkat jugalah saya ke acara walimahan tersebut dengan ditemani " si biru". walau agak ribet karena pake baju pesta sambil bawa motor, tapi sampe juga dengan selamat..

Seperti biasa, setelah mengganti sandal cadangan di parkiran ( tadinya berangkat dengan sandal biasa..secara gitu lho, gak mungkin saya bawa motor dengan sandal dengan haq 5 cm) saya pun menuju ke gedung, isi buku tamu. Tapi pas waktu mau ke pelaminan ngasi ucapan selamat, entah ketidak pedean itu muncul lagi. Kebetulan di acara itu, saya ketemu ma senior yang juga datang, tapi dengan suaminya. Saya pun meminta kepada beliau untuk menemani ke pelaminan untuk ngasi ucapan selamat kepada mempelai. Tapi sayang nya dia baru aja turun dari pelaminan. Dan pernyataan itu pun terlontar
" makanya... cepat- cepatmi cari gandengan juga biar kalo kemana- mana gak sendiri lagi..."
teman yang satupun menimpali dan mengiyakan. What?? Cari gandengan?? bukan cari kali.. tapi saya yang dicari, hehe.
Sering ya, pernyataan seperti ini datang dari teman2. Emangnya kenapa kalo saya masih sendiri? toh saya masih menikmatinya??

Mungkin...bagi sebagian orang, nikah itu hal yang gampang2 aja. Tapi bagi saya tidak. Tidak berat juga sih.. tapi nikah itu tidak sekedar pengen, trus nikah, selesai deh, berubah lagi statusnya kita. Tapi jauh dibalik itu, kita butuh banyak persiapan. ini juga yang perlu dipahami, "Merried, siap atau pengen"?? karena beda ya, antara siap dengan pengen. kalo siap itu ya.... betul2 siap, siap fisik, mental, sosialnya, finansial tentunya juga harus siap dong!

Siap fisik, saya rasa kita semua sudah tau,,

Siap mental, tentu lah...karena akan ada banyak yang berubah setelah seseorang itu nikah. dengan adanya perubahan status. yang tadinya bujang, jadi istri ataupun jadi suami..lebih2 kalo dah jadi ibu ataupun bapak, mental harus betul dipersiapkan.
ya penting juga. Yang tadinya mungkin.. kita cuek aja dengan lingkungan sekitar kita, apalagi yang terbiasa kost- kostan, pulang kampus langsung ke kamar, besoknya lagi keluar beraktivitas sehingga interaksi dengan lingkungan tempat tinggalnya kurang. Setelah nikah.. butuh sosialisasi dengan lingkungan kita, mungkin bagi yang ibu2, bisa ikut arisan antar RW/RT biar bisa saling kenal dengan tetangganya. yang bapak2 mungkin.. sesekali ikut kerja bakti. Jadi tidak seperti waktu kuliah lagi..

finansial, yah ini juga hal yang sangat penting. terutama buat laki2 yang nantinya sebagai pemberi nafkah buat istri dan anak2 nya, bukan berarti wanita tidak boleh kerja diluar. Boleh2 saja, sang istri bekerja untuk membantu suami asalkan harus tetap ingat kodratnya dan tidak lupa tugasnya sebagai seorang istri...

Dan masih banyak hal yang perlu disiapkan...Dan yang paling penting adalah.. Don't Worry! Jodoh itu dah diatur oleh Allah... suatu saat dia pasti akan datang, bukankah manusia diciptakan berpasang-pasangan? Cepat atau lambat, hanya Allah yang tahu.

Lain halnya dengan pengen. mungkin sebenarnya sudah siap juga.. tapi kebanyakan ketidak siapannya. Mungkin karena sering diledek2 sama temannya " kapan nih.. nyusul??" seperti kasus saya diatas tadi.. tapi bukan berarti saya pengen.. nantilah kalo dah betul2 siap, hehe. Atau mungkin karena desakan dari keluarga yang menginginkan anaknya segera menyempurnakan separuh agamanya padahal sang anak belum siap, dan banyak lagi...

Nah.. sebelum dia datang, marilah mempersiapkan diri untuk menyambutnya dan menempa diri untuk menjadi baik, bukankah Allah telah berjanji dalam Al-Qur'an surah An-Nur ayat 26 bahwa wanita baik2 untuk laki- laki baik2, begitupun sebaliknya. sambil menilai diri sudah siapkah saya ataukah hanya sekedar pengen?? Anda sendiri yang tahu...



Bersiaplah menghadapi kegagalan

Kegagalan dan kesuksesan adalah 2 sisi mata uang yg saling melengkapi.Orang ingin sukses harus tahu bahwa ada saat2 kegagalan. Yang penting bukan sekedar mencari jalan sukses, tetapi juga mengerti " apa yg menyebabkan kegagalan." kegagalan itu bermula dari kegagalan2 kecil yang tidak dipelajari apalagi diantisipasi. Pada hakikatnya, kegagalan itu :
  1. orang yang takut melangkah karena takut salah, dialah yang gagal
  2. orang yang tidak mengakui kesalahan dan kekalahan, dialah yang gagal
  3. Orang yang menyalahkan diri sendiri dan tidak mau mengoreksi dirinya, dialah yang gagal
  4. Orang yang gagal merencanakan, dia sedang merencanakan kegagalan
  5. Kegagalan adalah milik mereka yang melangkah setengah hati, tak jelas apa yang dicari
  6. Kegagalan adalah hiasan akrab bagi orang yang manja, tak mau berusaha apalagi bekerja, tak punya motivasi dan percaya diri
Beberapa kali orang jatuh tak menjadi soal. Yang penting kemampuannya untuk bangkit kembali setiap kali ia jatuh, tentunya bukan pada lubang yang sama untuk kedua kalinya. Jangan ukur seseorang dalam menghitung berapa kali ia jatuh, ukurlah ia dengan berapa kali dia sanggup bangkit kembali.

Nah, untuk menghadapi kegagalan, kita perlu mempersiapkan:
1. Milikilah kesabaran
Kesabaran menjadikan seseorang mampu bertahan dalam menjunjung prinsipnya, meraih cita2nya dan menempuh jalan yang telah dirintisnya. Sabar bila dijalani sebagaimana mestinya akan mampu mengubah musibah menjadi karunia, tantangan menjadi peluang, hambatan menjadi kesempatan, dan keterbatasan menjadi anugrah

2. Milikilah ketabahan
Selain kesabaran diperlukan juga ketabahan. Ya, ketabahan, yaitu kemampuan bangkit kembali kesekian kalinya setelah terjatuh. Dalam benturan antara sungai dan batu, air sungai senantiasa menang bukan dengan kekuatan tapi dengan ketabahan. Seberapa jauh kita jatuh tidak menjadi masalah, tapi yang penting seberapa sering kita bangkit kembali.

3.Menarik hikmah, jagan menyerah
"hikmah adalah aset orang mukmin yang tercecer. Dimanapun ia menemukannya maka ialah yang paling berhak memilikinya" (hikmah)

Karena Allah telah menegaskan " Barang siapa mendapatkan hikah, maka sungguh ia akan peroleh kebaikan yang banyak." (QS. Al Baqarah : 269)

Kegagalan, jangan dibiarkan sebagai sesuatu yang final. muslim sejati, memandang kegagalan sebagai awal, batu loncatan untuk memperbaharui kinerja mereka di masa mendatang.

Sumber: zero to hero

Sore ini, sepulang dari mesjid, ya biasa lah kegiatan rutinitas pekanan (liqo'), kusempatkan singgah d warnet. entah, tiba2 aku ingin menulis tentang sesuatu. May be tentang perjalananku di dunia keperawatan hingga saat ini.

weits, mengenang dari awal nih, saat2 pertama ketika hendak masuk d sekolah perawat yang hampir2 saja gak jadi. Awalnya kan ayahku melarang sekolah, yah... katanya sih perempuan biar bagaimanapun nantinya ke dapur juga jadi mending gak usah sekolah. Alangkah kecewanya aku saat itu.. Tapi entah yah, jin baik apa yang merasuki ayahku sehingga beliau tiba2 berubah fikiran dan menyuruhku untuk segera ke makassar. uhh...betapa senangnya aku saat itu karena cita2 ku untuk sekolah perawat terkabulkan ( waktu itu masih ada SPK). dengan bermodal nekat ( karena jujur, saya jarang k makassar :-) n tidak terlalu kenal dgn klrga yg d makassar, berangkatlah aku k makassar bersama ibu dengan modal alamat rumahnya keluarga.

keesokan harinya, kumulailah petualanganku menuju SPK Pelamonia untuk mendaftar. Untungnya pendaftaran diundur. Walhasil, akupun diterima d sekolah ini..
kumulailah petualanganku d makassar yang jauh dari orang tua. Hidup di lingkungan TNI membuatku bisa hidup mandiri, makan sendiri, pergi sendiri, masak sendiri...(eh, kalo masak sih ada ibu dapur yang masakin, tinggal bayar aja) tapi bukan itu maksudku. Hidup di lingkungan ABRI memberi pelajaran tersendiri buat saya..( cerita tentang SPK dicukupkan aja ya...)

Tamat dari SPK, akupun melanjutkan pendidikan dAKPER. meskipun waktu itu bisa langsung kerja, tapi entah saya lebih prospek untuk lanjut kuliah. dan waktu itu saya lanjut d Akper anging mammiri. Selesai pendidikan d Akper, ayah memanggilku pulang kampung. katanya sih, biar mengabdi d daerah saja. tapi lagi2 aku menolak dengan alasan, kalo saya d daerah, akan susah buat saya untuk melanjutkan pendidikan lagi. biasa lah... di daerah gitu loh, apalagi yang diharapkan ortu setelah anaknya selesai kuliahnya...pasti lah yang ditunggu2 kata " married". What?? nikah??? jauh2 dulu, cita2 ku masih panjang.. So, tetaplah aku d makassar dengan bekerja sebagai tenaga kontrak d salah satu RS milik TNI. Ya... lagi2 welcome to soldier world.
setahun lebih kerja dsna, akupun melanjutkan pendidikan d Universitas Hasanuddin. Kampus merah yang selama ini kuimpikan( mimpinya kecil2 aja kok, gak sampe mimpi kuliah d luar sul sel but maybe in the other time, saya penge....n banget melanjutkan kuliah d luar, ya... kayak dosen2 ku yang masih muda2 yang melanjutkan kulnya d luar negeri. but, when???? masi adakah harapan itu??
I believe, harapan itu akan selalu ada. Setidaknya kita punya mimpi, tapi hatrus bangu biar mimpinya gak cuma sekedar mimpi, tapi jadi kenyataan. Pasti bisa!!!
back to kisah petualanganku. Sementara kuliah d unhas, pemerintah membuka lowongan CPNS, N akupun ikut mengadu nasib diantara banyaknya pendaftar. And.. alhamdulillah...akupun diterima jadi abdi negara d daerah yang jujur, asing buat saya. Yup, " Welcome to Jeneponto" but it's not problem for me. saya pasti bisa menyesuaikan diri dsana. tapi masalahnya... aku harus cuti kuliah, but it's OK. biar aku bisa mengaplikasikan ilmu yang telah kudapatkan...

N I will be back, so......keep semangat n smile :-)

dah dulu ya...nanti dilanjutkan lagi kisahnya...
I must prepare my lesson to final tes...biar bisa lulus n dapat nilai yang bagus:-)

Tip mengatasi flu babi agar tidak menyebar lebih luas. Berikut tip tersebut:

1. Cuci tangan sesering mungkin. Mencuci tangan dengan sabun dan air beberapa kali dalam sehari. Keringkan tangan setelah dicuci. Jika tidak ada air, bisa menggunakan bahan pencuci tangan dari alkohol.

2. Hindari bersentuhan mata, hidung atau mulut. Virus flu sering menyebar ketika seseorang bersentuhan dengan penderita yang terkontiminasi kuman, kemudian bersentuhan dengan mata, hidung atau mulut.

3. Hindari kontak terlalu dekat. Hindari berdekatan dengan seseorang yang sedang sakit.

4. Tinggallah di rumah jika sedang sakit. Jika mungkin, tinggallah di rumah dan hindari pusat-pusat keramaian jika sedang sakit. Ini akan membantu mencegah orang lain dari kemungkinan tertular penyakit yang sama.

5. Gunakan penutup hidung dan mulut. Gunakan sapu tangan atau tisu ketika sedang batuk atau bersin untuk mencegah penyebaran virus. Jika tidak punya tisu, gunakan lengan baju bagian depan, jangan pakai telapak tangan. Buanglah tisu di tempat sampah.

6. Tetaplah menjaga jarak. Jika Anda sedang sakit, jagalah jarak dengan orang lain untuk melindungi mereka agar tidak ikut terserang sakit.

7. Terapkan gaya hidup sehat. Pikirkan ulang untuk merokok, istirahatlah atau tidur yang cukup, olahraga secara rutin sehingga tubuh bisa aktif, mengelola tingkat stres, meminum air banyak-banyak, dan konsumsi makanan bernutrisi.

8. Konsultasi dengan dokter jika sakit. Datanglah ke pusat layanan kesehatan atau dokter jika ada tanda-tanda gejala flu, seperti susah bernapas, pikiran kacau, dan muntah-muntah.

9. Tunda perjalanan jika sedang sakit. Jika sedang sakit, sebaiknya Anda berpikir ulang untuk melakukan perjalanan dengan pesawat atau alat transportasi lainnya. Jika terpaksa harus terbang ke negara yang terserang flu babi, segeralah berkonsultasi dengan dokter.

10. Ikuti perkembangan informasi dari otoritas kesehatan lokal. Anda perlu tetap mengikuti perkembangan situasi terkini dari wabah influenza dan saran-saran yang disampaikan otoritas kesehatan lokal.

" Di dalam surga itu terdapat bidadari2 yg sopan menundukkan pandangannya. Tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka, tidak pula oleh jin. ( QS.Ar-Rahman: 56)

" Seandainya seorang bidadari dari surga menampakkan diri pada penghuni bumi, niscaya cahaya tubuhnya dan bau harumnya akan memenuhi ruang antara langit dan bumi, serta kerudung rambutnya lbih indah dan bernilai daripada dunia dan seisinya.( HR.Bukhari)

Namun percayakah kita bahwa ada sosok yg mampu mengalahkan bidadari?

"....Wanita dunia di surga sangat lebih utama daripada bidadari surga karena shalat, puasa, dan ibadah yang dilakukan mereka"( HR.At_Thabrani)

Ukhti fillah...
ternyata ada celah bagi kita untuk bisa mengalahkan bidadari...
So, membidadarikan diri? Why not?
Ayo ukhti, selagi masih ada waktu dari Allah, marilah kita berusaha menjadi wanita2 utama mengalahkan bidadari surga, mempesona, bahagia, dan selamat dunia akhirat....

Amin...
Perawat kontemporer menuntut perawat yang memiliki pengetahuan dan ketram pilan dalam berbagai bidang. Dulu peran perawat inti adalah memberikan perawatan dan kenyamanan karena mereka menjalankan perawatan spesifik, tapi seka rang hal ini telah berubah. Peran perawat sudah menjadi lebih luas dengan penekanan pada peningkatan kesehatan dan pencegahan penyakit, juga memandang klien secara komprehensif. Pera wat masa kini menjalankan fungsi dalam kaitannya dengan berbagai peran pemberi kepe rawatan, pembuat keputusan klinik dan etika, pelindung dan advokat bagi klien, manajer kasus, rehabilitator, pembuat kenyamanan, komunikator dan pendidik.(Potter-Perry).
Statemen diatas sudah sebaiknya menjadi iktibar bagi kita-kader keperawatan tan ah air- untuk memahami tujuan kerja kita yang tidak sebatas melakukan technical saja tapi sudah menyentuh berbagai bidang.
Bak jauh panggang dengan api, di lapangan kita bisa melihat kondisi keseharian kerja perawat. Banyak ditemu kan laporan bahwa pe rawat dikenal sebagai sosok yang menakutkan, tidak tahu sopan-santun dalam menangani pasien dan berbagai ungkapan miring lainnya. Perawat yang notabene telah bekerja lebih banyak dari dokter karena 24 jam selalu bertemu dengan pa sien, juga harus menghadapi berbagai kepedihan seperti laporan tindakan pemukulan oleh keluarga pasien yang tidak puas dengan asuhan keperawatan yang diberikan, lalu gaji yang diberi kan juga dibawah standar. Ibarat memakan buah simalakama, perawat men jadi serba-salah dalam melakukan tindakan apapun.
Padahal, keperawatan sudah dianggap sebagai satu profesi, bukan lagi sejumlah ketrampilan khusus dan seorang perawat bukan hanya seorang yang dilatih dengan keah lian tertentu. Keperawatan adalah sebuah profesi. Profesi memiliki beberapa karakteristik utama seperti:
1 Adanya pendidikan lanjutan dari anggotanya, demikian pula landasan dasarnya
2 Mempunyai kerangka pengetahuan teoretis yang mengarah pada skill, kemampu an dan norma tertentu.
3. Memberikan pelayanan tertentu
4. Anggota suatu profesi memiliki otonomi untuk membuat keputusan dan mela kukan tindakan
5. Profesi sebagai satu kesatuan memiliki kode etik untuk melakukan praktik kepera watan.
Sudah jelas, keperawatan memiliki semua hal tersebut diatas. Akan tetapi, ki ni kita dihadapkan bahwa keperawatan hanya sebatas profesi, belum menyentuh aspek yang demikian lengkap seperti organisasi keperawatan di berbagai negara lainnya. Padahal, u sia keperawatan di Indonesia sudah sama tuanya dengan usia republik ini, wa lau dulu di kenal sebagai paramedis yang bertugas merawat korban perang disamping keberadaan dokter yang lebih dulu mujur dengan didirikannya STOVIA sebagai sekolah kedokteran pertama di Indonesia dengan CBZ (RS.CIPTO MANGUNKUSUMO saat ini-red) seba gai RS akademika-nya. Tapi bukan berarti dengan hal seperti itu membuat kita beralasan bahwa keperawatan di tanah air terus berada dalam ketertinggalan dan mematuhi sifat pe simisme. Sudah saatnya kita melakukan perubahan dan reformasi misi hingga visi 2010 menjadi kenyataan bagi kita selaku kader keperawatan Indonesia.
http://andibloggersejati.blogspot.com

Dapatkan Mesej Bergambar di Sini