<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5619393640843984386</id><updated>2012-02-16T02:36:24.594-08:00</updated><title type='text'>Ketika harus bicara</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://nurul-izzah24.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5619393640843984386/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nurul-izzah24.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Ketika harus bicara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00930700202519247955</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>16</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5619393640843984386.post-8645339110907459555</id><published>2010-05-14T20:32:00.000-07:00</published><updated>2010-05-14T20:34:10.962-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;embed src="http://widget-08.slide.com/widgets/slideticker.swf" type="application/x-shockwave-flash" quality="high" scale="noscale" salign="l" wmode="transparent" flashvars="cy=bb&amp;amp;il=1&amp;amp;channel=2594073385399660808&amp;amp;site=widget-08.slide.com" style="width:400px;height:320px" name="flashticker" align="middle"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;div style="width:400px;text-align:left;"&gt;&lt;a href="http://www.slide.com/pivot?cy=bb&amp;amp;at=un&amp;amp;id=2594073385399660808&amp;amp;map=1" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://widget-08.slide.com/p1/2594073385399660808/bb_t063_v000_s0un_f00/images/xslide1.gif" border="0" ismap="ismap" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.slide.com/pivot?cy=bb&amp;amp;at=un&amp;amp;id=2594073385399660808&amp;amp;map=2" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://widget-08.slide.com/p2/2594073385399660808/bb_t063_v000_s0un_f00/images/xslide2.gif" border="0" ismap="ismap" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.slide.com/pivot?cy=bb&amp;at=un&amp;id=2594073385399660808&amp;map=F" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://widget-08.slide.com/p4/2594073385399660808/bb_t063_v000_s0un_f00/images/xslide42.gif" border="0" ismap="ismap" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5619393640843984386-8645339110907459555?l=nurul-izzah24.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nurul-izzah24.blogspot.com/feeds/8645339110907459555/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nurul-izzah24.blogspot.com/2010/05/blog-post.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5619393640843984386/posts/default/8645339110907459555'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5619393640843984386/posts/default/8645339110907459555'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nurul-izzah24.blogspot.com/2010/05/blog-post.html' title=''/><author><name>Ketika harus bicara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00930700202519247955</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5619393640843984386.post-6565437290059117813</id><published>2010-05-12T21:22:00.001-07:00</published><updated>2010-05-12T21:25:31.745-07:00</updated><title type='text'>BERCERMIN DIRI</title><content type='html'>Sahabatku, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam keseharian kehidupan ini, kita seringkali melakukan aktivitas bercermin. Tidak pernah bosan barang sekalipun padahal wajah yang kita tatap, itu-itu juga, aneh bukan?! Bahkan hampir pada setiap kesempatan yang memungkinkan, kita selalu menyempatkan diri untuk bercermin. Mengapa demikian? Sebabnya, kurang lebih karena kita ingin selalu berpenampilan baik, bahkan sempurna. Kita sangat tidak ingin berpenampilan mengecewakan, apalagi kusut dan acak-acakan tak karuan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya saja, jangan sampai terlena dan tertipu oleh topeng sendiri, sehingga kita tidak mengenal diri yang sebenarnya, terkecoh oleh penampilan luar. Oleh karena itu marilah kita jadikan saat bercermin tidak hanya topeng yang kita amat-amati, tapi yang terpenting adalah bagaimana isi dari topeng yang kita pakai ini. Yaitu diri kita sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabatku, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulailah amati wajah kita seraya bertanya, "Apakah wajah ini yang kelak akan bercahaya bersinar indah di surga sana ataukah wajah ini yang akan hangus legam terbakar dalam bara jahannam?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu tatap mata kita, seraya bertanya, "Apakah mata ini  yang kelak dapat menatap penuh kelezatan dan kerinduan, menatap Allah yang Mahaagung, menatap keindahan surga, menatap Rasulullah, menatap para Nabi, menatap kekasih-kekasih Allah kelak? Ataukah mata ini yang akan terbeliak, melotot, menganga, terburai, meleleh ditusuk baja membara? Akankah mata terlibat maksiat ini akan menyelamatkan? Wahai mata apa gerangan yang kau tatap selama ini?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu tataplah mulut ini, "Apakah mulut ini yang di akhir hayat nanti dapat menyebut kalimat thayibah, 'laaillaahaillallaah', ataukah akan menjadi mulut berbusa yang akan menjulur dan di akhirat akan memakan buah zakum yang getir menghanguskan dan menghancurkan setiap usus serta menjadi peminum lahar dan nanah? Saking terlalu banyaknya dusta, ghibah, dan fitnah serta orang yang terluka dengan mulut kita ini!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wahai mulut apa gerangan yang kau ucapkan? Betapa banyak dusta yang engkau ucapkan. Betapa banyak hati-hati yang remuk dengan pisau kata-katamu yang mengiris tajam? Betapa banyak kata-kata yang manis semanis madu palsu yang engkau ucapkan untuk menipu beberapa orang? Betapa jarangnya engkau jujur? Betapa jarangnya engkau menyebut nama Allah dengan tulus? Betapa jarangnya engkau syahdu memohon agar Allah mengampunimu?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabatku, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tataplah diri kita dan tanyalah, "Hai kamu ini anak shaleh atau anak durjana? Apa saja yang telah kamu peras dari orang tuamu selama ini? Dan apa yang telah engkau berikan? Selain menyakiti, membebani, dan menyusahkannya?! Tidak tahukah engkau betapa sesungguhnya engkau adalah makhluk tiada tahu balas budi!" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wahai tubuh, apakah engkau yang kelak akan penuh cahaya, bersinar, bersukacita, bercengkrama di surga sana? Atau tubuh yang akan tercabik-cabik hancur mendidih di dalam lahar membara jahannam tanpa ampun dengan derita tiada akhir?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wahai tubuh, berapa banyak maksiat yang engkau lakukan? Berapa banyak orang-orang yang engkau zhalimi dengan tubuhmu? Berapa banyak hamba-hamba Allah yang lemah yang engkau tindas dengan kekuatanmu? Berapa banyak perindu pertolonganmu yang engkau acuhkan tanpa peduli padahal engkau mampu? Berapa pula hak-hak yang engkau rampas?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wahai tubuh, seperti apa gerangan isi hatimu? Apakah tubuhmu sebagus kata-katamu atau malah sekelam daki-daki yang melekat di tubuhmu? Apakah hatimu segagah ototmu atau selemah daun-daun yang mudah rontok? Apakah hatimu seindah penampilanmu atau malah sebusuk kotoran-kotoranmu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabatku, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah amal-amal kita, "Hai tubuh apakah kau ini makhluk mulia atau menjijikkan, berapa banyak aib-aib nista yang engkau sembunyikan dibalik penampilanmu ini? Apakah engkau ini dermawan atau si pelit yang menyebalkan? Berapa banyak uang yang engkau nafkahkan dan bandingkan dengan yang engkau gunakan untuk selera rendah hawa nafsumu" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apakah engkau ini shaleh atau shalehah seperti yang engkau tampakkan? Khusyu-kah shalatmu, zikirmu, do’amu, ...ikhlaskah engkau lakukan semua itu? Jujurlah hai tubuh yang malang! Ataukah menjadi makhluk riya tukang pamer!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh  betapa beda antara yang nampak di cermin dengan apa yang tersembunyi. Betapa aku telah tertipu oleh topeng? Betapa yang kulihat selama ini hanyalah topeng, hanyalah seonggok sampah busuk yang terbungkus topeng-topeng duniawi! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat-sahabat sekalian, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesunguhnya saat bercermin adalah saat yang tepat agar kita dapat mengenal dan menangisi diri ini.*** &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Sumber : Jurnal MQ Vol.1/No.1/Mei 2001)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5619393640843984386-6565437290059117813?l=nurul-izzah24.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nurul-izzah24.blogspot.com/feeds/6565437290059117813/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nurul-izzah24.blogspot.com/2010/05/bercermin-diri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5619393640843984386/posts/default/6565437290059117813'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5619393640843984386/posts/default/6565437290059117813'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nurul-izzah24.blogspot.com/2010/05/bercermin-diri.html' title='BERCERMIN DIRI'/><author><name>Ketika harus bicara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00930700202519247955</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5619393640843984386.post-1848996521254887113</id><published>2010-05-12T20:37:00.000-07:00</published><updated>2010-05-12T21:11:35.543-07:00</updated><title type='text'>CINTA DAN MANAJEMEN HATI</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link style="color: rgb(0, 0, 0);" rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CBENQ%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;o:smarttagtype style="color: rgb(0, 0, 0);" namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="PlaceType"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype style="color: rgb(0, 0, 0);" namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="PlaceName"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype style="color: rgb(0, 0, 0);" namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="City"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype style="color: rgb(0, 0, 0);" namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;link style="color: rgb(0, 0, 0);" rel="themeData" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CBENQ%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link style="color: rgb(0, 0, 0);" rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CBENQ%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:Wingdings; 	panose-1:5 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:2; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:0 268435456 0 0 -2147483648 0;} @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman","serif"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoPapDefault 	{mso-style-type:export-only; 	margin-bottom:10.0pt; 	line-height:115%;} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;}  /* List Definitions */  @list l0 	{mso-list-id:793447457; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:1959310504 1004417002 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l0:level1 	{mso-level-tab-stop:.5in; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-.25in;} @list l1 	{mso-list-id:1667393825; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:639936846 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l1:level1 	{mso-level-tab-stop:.5in; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-.25in;} @list l2 	{mso-list-id:2128892024; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:185640666 67698689 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693;} @list l2:level1 	{mso-level-number-format:bullet; 	mso-level-text:; 	mso-level-tab-stop:.5in; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-.25in; 	font-family:Symbol;} ol 	{margin-bottom:0in;} ul 	{margin-bottom:0in;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0in; 	mso-para-margin-right:0in; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;b style=""&gt;CINTA DAN MANAJEMEN HATI&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;CINTA&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Cinta dalam bahsa Arab disebut mahabbah yang berarti kasih sayang. Menurt Abdullah Nashih ulwan, cinta adalah perasaan jiwa dan gejolak hati yang mendorong seseorang menciantai kekasihnya, dengan penuh gairah, lembut dan kasih saying. Cinta adalah fitrah manusia yang murni yang tak dapat dipisahkan dari kehidupannya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Diantara tanda-tanda cinta adalah banyak menyebut, rasa kagum / simpati, berharap, takut, rela, pengorbanan,patuh, mencintai apa yang dicintai kekasih, dan selalu ingat terhadap yang dicintai.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Semua yang dikerjakan manusia pasti bermotivasi, tak kecuali ketika mencintai. Hal hal yang dapat memotivasi tumbuhnya perasaan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;cinta antara lain:&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;keindahan ( al-jamal ), kekayaan ( al-ghina ), kedudukan (al-jah), pemberian (al a’tha’), pergaulan( al-mu’asharah), perilaku baik (al ikhsan), keunggulan (al-tafawuq), pengetahuan(al’ilmi), kasih sayang (ar-rahmah), perhatian (al-ikhtimam)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Di dunia ini pun banyak sekali objek yang bisa dijadikan sasaran perasaan cinta kita. Jika kita tidak benar dalam mengelolanya, bisa jadi kita salah jatuh cinta. Kesalahan jatuh cinta akan berakibat pada sikap yang salah pula.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;b style=""&gt;Tingkatan Cinta&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0in; color: rgb(0, 0, 0);" start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;At-Tatayum&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Yaitu tingkatan cinta paling dalam. Sebuah perasaan yang paripurna. Cinta yang dapat melahirkan ketaan sepenuhnya, pengabdian setulusnya, dan pengorbanan seutuhnya. Inilah cinta hamba kepada Allah SWT. ( QS. Al-Baqarah : 165 )&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Dengan cinta yang dalam seperti itulah seorang yang beriman siap mengabdikan dirinya bagi Allah, menjalankan ajaranNya setulus hati, dan berjuang untuk menegakkannya di dunia. ( QS Al-Baqarah : 207 )&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0in; color: rgb(0, 0, 0);" start="2" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Al-Isyq&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Yaitu perasaan cinta yang ditujukan kepada sesame manusia, namun dengan kesdaran bahwa manusia yang kita cintai itu memliki keistimewaan sebagai manusia, ia adalah idola dalam segalanya, yanmg ingin kita ingin mengidentifikasi diri dengan dirinya.. dan manusia yang paling patut dicintai sampai demikian dalam oleh orang-ornga beriman adalah Rasulullah SAW. Cinta inilah yang menumbuhkan kesiapan untuk mengikuti tanpa pertimbangan apapun, semua yang Beliau lakukan, katakan, dan tetapkan sesungguhnya adalah syariat yang harus kita taati &lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0in; color: rgb(0, 0, 0);" start="3" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Asy-Syauq&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Syauq berarti rindu. Kecintaan ini adalah ras cinta yang diberikan kepada sesama manusia kareana motivasi akidah dan akhlak, sebelum motivasi yang lain seperti kedekatan, saling menyayangi dan bahkan syahwat. Objek cinta ini adalah yang dapat dijadikan pendamping hidup seumur hidup, menemani kita dalm suka dan duka.. cinta ini lebih rendah dari isyq apalagi tatayum. Cinta ini hanya diberikan pada istri atau suami kita. Secara naluri dan fitrah, manusia memang membutuhkan keberadaan pasangan untuk menjadia penentram hati, seklaigus tempat curahan kasih sayang dan cinta ( QS. Ar-Rum : 22 )&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0in; color: rgb(0, 0, 0);" start="4" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Ash-Shahabah&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Berarti curahan, yaitu perasaan cinta kepada sesama manusia yang lahir karena kesamaan keyakinan, pikiran dan cita-cita. Tatkala terjadi perkenalan duas orang yang memiliki keyakinan dan keimanan dan kejjuanganyang sama, maka keduanya akan terjadi interaksi dan ikatan hati. Apalgi jika hubungan disarukan karena kesamaan aktivitas maka hubungan makin dkat dan terjalinlah sebuah ukhuwah islamiyah \ persaudaraan islam. Orang-orang beriman adalah besaudara (QS. Al-Hujarat : 10) &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Orang-orang yang beriman ibarat satu tubuh, jika yang satu mngeluh sakit, maka anggota tubuh yang lain tidak bisa tidur dan pusing-pusing (HR. Ahmad) &lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0in; color: rgb(0, 0, 0);" start="5" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Al-‘Athf&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Berarti empati yaitu cinta kepada sesama mukmin karena rasa iba dan empati atas sesuatu yang menimpanya. Cinta ini dicurahkan seorang mukmin kepada mereka yang jauh dari hidayah. Kecintaan yang menimbulkan hasrat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;unutk mendakwahinya kepada Allah, agar mereka selamat dunia dan akhirat&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0in; color: rgb(0, 0, 0);" start="6" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Al-Alaqah &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Berarti hubungan atau keterpautan, yaitu cinta yang diberikan kepada suatu objek Karena ikatan dan motivasi kemanfaatan namun cinta ini harus benar-benar dicurahkan karena dalam konteks kemanfaatan, bukan Karena bendanya. Missal kecintaan pada uang, harus dalam ikatan kemanfaatan, sehingga kita terhindar dari sifat bakhil dan takut kehilangan. Cinta ini justru akan memotivai kita untuk senang berinfak dn membelanjakan di jalan Allah. Karena infaq ini seseorang mendapat kemanfaatan yang paling besar di dunia dan akhirat. (QS. Al-Anfal :28)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;b style=""&gt;Macam Cinta&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;u&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/u&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;u&gt;Mahabbah Ghoiru masyu’ah ( cinta tidak syar’I &lt;/u&gt;)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Yakni cinta yang dibangun dengan langkah-langkah yang mengandung kemaksiatan dan tidak diridhai Allah. Cinta ini akan menyeret manusia semakin jauh dari nilai-nilai islam dan jauh dari rahmat Allah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Motivasi cinta ini adalah nafsu, syahwat. Setelah seseorang memandang lawan jenis, lalu dijumpai pada objek itu hal yang menarik hatinya, maka cinta akan tumbuh dari &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;sana&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;. Oleh Karena itu orang yang beriman, tidak dibenarkan melihat sesuatu yang secara fitrah mudah mendatangkan cinta ini hingga dapat menjeratnya. Objek cinta ini bukan hanya lawan jenis, tapi banyak objek selain Allah dan semua hal yang tidak didijinkanNya yang dapat menjerat nafsu syahwat manusia, seperti harta, kedudukan, pangkat dan keserakahan. Disini setan tidak akan berhenti menggoda manusia (QS Al-Hijr : 39)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Target dari cinta ini adalah menikmati tanpa batas. Untuk cinta yang tumbuh dari nafsu syahwat ini, kenikmatan yang direngkuh adalah kenikmatan yang semata menuruti selera nafsu syahwati tanpa peduli nilai dna etika. Hal ini karena bagi ashhabul hawa (orang-orang yang memperturutkan hawa nafsunya), kenikmatan hidup adalah tujuan hidup itu sendiri. Sedangkan Allah tidak menganggap dunia ini sebagai suatu yang besar, Karen aitu Dia membiarkan ornag-orang kafir menikmati dunia ini. Rasulullah bersabda, “ dunia adalah penjara orang beriman dan surga orang kafir “ (HR Muslim)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;u&gt;Mahabbah Masyruah (cinta yang syar’i)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Cinta jenis ini adalah bagian yang tak terpisahkan dari agama, bahkan menjadi salah satu pilarnya. Hal ini Karena sikap beragama tidak akan bergairah tanpa cinta, tidak ada pengorbanan, ketaatan, kekhusukan dan perjuangan. Karena itu cinta jneis ini harus dimiliki setiap muslim demi menumbuhkan gairah mengamalkan agama, dan spirit unutk memperjuangkan nilai Illahiyah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Motivasi cinta ini adalah iman. Bagi orang beriman, cinta yangtumbuh merupakan refleksi keimanannya kepada Allah. Proses lahirnya cinta dan objek cinta boleh jadi sam, tetapi bagi orang beriman jika cinta telah dijatuhkan pada satu objek, maka keimanannya akan langsung mengambil kendali atas gejolak cinta itu.maksudnya, ada proses seleksi ketika cinta dijatuhkan dalam hati. Jika ternyata objeknya adalah sesuatu yang dilatrang, maka segera saja, iman akan memutuskan dan mengingkarinya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Objek cinta ini adalah Allah dan segala hal yang diizinkanNya. Banyak sekali objek yang dapat menarik perhatian dan membangkitkan hasrat untuk melahirkan rasa cinta, namun bagi hati orang yang beriman, objek cinta yang paling utama adalah Allah swt. ( QS. Al Baqarah : 165 )&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Target cinta ini adalah menikmati dalam batas syariat. Setelah menikmati cinta kepada Allah, lantas kita dapat menkmati cinta kepada selainNya, selama dalam batas-batsa yang diperkenankanNya. Dengan cinta yng bermuatan iman, maka kenikmatan cintapun akan dinikmati dengan selera keimanan bahkan termasuk cinta sesama mukmin terhadap sebagian dunianya. Dan semua cinta itu dapat dinikmati dalam kerangka iman dan takwa kepada Allah swt.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;b style=""&gt;MANAJEMEN HATI&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Hati adalah segumpal daging yang apabila ia baik, maka baiklah seluruh jasadnya , dan apabila ia buruk, maka buruklah seluruh jasad tersebut. Dengan demikian semuanya bersumber dan berawal dari hati. Begitu pula dengan perasaan cinta. Oleh karena itu, untuk dapat mengelola perasaan cinta, kita harus dapat memanajemen hati kita, sehingga cinta itu berbuah keridhoanNya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Berikut adalah langkah-langkah untuk menjaga hati kita dari masuknya perasaan cinta yang dapat mengotori hati dan mendatangkan murkaNya :&lt;/p&gt;  &lt;ul style="margin-top: 0in; color: rgb(0, 0, 0);" type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Menundukkan pandangan&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Pandangan adalah pintu masuk kedalam hati. Ia adalah panah beracun yang pengaruhnya terus terasa, walau yang dilihat telah hilang dari pandangan. Ia membekas menggoda pikiran, hingga membangkitkan keinginan, menabur benih syahwat, lalu tumbuhlah hawa nafsu seperti itulah panah beracun, meskipun anak panahny atelah dicabut dari luka seseorang, namun racun tetap menjalar ke seluruh tubuh.&lt;/p&gt;  &lt;ul style="margin-top: 0in; color: rgb(0, 0, 0);" type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Tidak berkhalwat&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Berkhalwat berarti berduaan dengan lawan jenis, baik ditempat sepi maupun ditengah keramaian dimana orang lain tidak terlibat dalam interaksi keduanya. Berkhalwat dilarang karena dalam kondisi tersebut, seseorang akan terdorong melakukan maksiat akaibat menghilangnya rasa malu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Rasulullah bersabda “ janganlah seorangn laki-laki berduaan dengan perempuan(bukan mahram), karena yang ketiganya adalah setan” (HR.Abu Dawud)&lt;/p&gt;  &lt;ul style="margin-top: 0in; color: rgb(0, 0, 0);" type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Tidak berinteraksi kecuali dengan agenda yang jelas&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Berinteraksi dalam aktivitas keseharian sama sekali tidak dilarang, tapi agendanya harus jelas. Ketika tujuan agenda interaksi sudah terpenuhi, maka segeralah akhiri interaksi tersebut. Jangan sampai interaksi berlanjut ke hal-hal yang tidak penting, apalagi bersifat pribadi, sehingga menjadi pintu masuk bagi setan. Seperti saling curhat, sharing, dll.&lt;/p&gt;  &lt;ul style="margin-top: 0in; color: rgb(0, 0, 0);" type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Buatlah sebuah perbandingan&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Ketika seseorang menyibukkan dirinya dengan memandang wanita cantik/pemuda tampan, hendaklah ia membandingkan dengan bidadari/a surga agar ia dapat membedakan antara mereka dengan para penghuni surga itu.&lt;/p&gt;  &lt;ul style="margin-top: 0in; color: rgb(0, 0, 0);" type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Menyibukkan diri dengan perkara yang baik&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Ketika seseoang tidak disibukkan dengan perbuatan yang baik, maka ia akan disibukkan oleh perkara yang batil.oleh karena itu, Umar sangat membenci waktu luang dan menganggapnya sebagai terperosok dalam kehinaan dan terjerumus dalam jurang nafsu. Umar berkata “sungguh aku sangat membenci orang yang berada dalam waktu yang kosong dari pekerjaan dunia atau akhirat.”&lt;/p&gt;  &lt;ul style="margin-top: 0in; color: rgb(0, 0, 0);" type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Takut dan selalu merasa diawasi oleh Allah&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Dalam setiap waktu dan keadaan, sepi ataupun ramai, seorang yang beriman akan selalu merasa kebersamaan Allah dan iapun takut terhadap hal-hal yang dapat mendatangkan murka Allah. Ketika ia melakukan ketaatan, maka ia melekukan dengan ikhlas, dan ketika ia tergelincir dalam kemaksiatan, ia segera bertaubat, menyesal dan meninggalkannya secara total.&lt;/p&gt;  &lt;ul style="margin-top: 0in; color: rgb(0, 0, 0);" type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Memperbanyak puasa&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Sumber nafsu adalah satu sebagaimana sumber kesabaranpun adalah satu. Maka barangsiapa bersabar dari nafsu makan, ia dapat memiliki keimana yang kuat serta dapat bersabar dari nafsu untuk bermaksiat kepada Allah.&lt;/p&gt;  &lt;ul style="margin-top: 0in; color: rgb(0, 0, 0);" type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kenali tipu daya setan&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Salah satu cara setan menjadikan manusia sebagai golongannya di akhirat nanti adalah dengan membisikkan kemaksiatan kedalam dirinya. Langkah setan dalam menjerumuskan manusia adalah bertahap dan terus menerus. Dimulai dari hal kecil sampai yang besar. Karen itu, ketika kita telah merasakan tipu dayanya, segeralah bertolak dan bertobat.&lt;/p&gt;  &lt;ul style="margin-top: 0in; color: rgb(0, 0, 0);" type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Jika sudah tidak kuat, menikahlah&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Menikah adalah mendatangkan berkah dan pahala. Tapi menyegerakan menikah berbeda dengan terburu-buru menikah. Menyegerakan menikah berarti melakukan persiapan sejak dini untuk menikah muda, sedangkan terburu-buru berarti tanpa persiapan alias tergesa-gesa. Syarta terpenting begi perempuan adalah siap unutk siap menerima orang alain menjadi qowwam(pemimpin) bagi hidupnya, sedangkan bagi laki-laki adalah siapa memeimpin orang lain yang berarti siap menunaikan kewajiban diantaranya memberi nafkah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;u&gt;TAUSYIAH&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Apakah kita merasa sudah layak untuk dicinta? Layak dicinta oleh saudara-saudara kita, layak dicinta karena selama ini kita memburu cinta yang abadi, layak dicinta karena tetap setia untuk meneladani Rasulullah, layak dicinta karena melakukn lompatan perubahan atau…layak dicinta karena keberadaan kita selalu menjad perekat kebersamaan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Cinta adalah energy. energi cintalah yang bisa memunculkan dinamika hidup yang begitu membahagiakan. Mencintai dan dicintai adalah dua lkatan yang menjadi bahan bakar semangat setiap orang untuk bisa menyikapi berbagai beban hidup. Maka keduanya harus selalu ada dalm hidup seseorang. Namun bagaimanakah kita harus meniti cinta?? &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Cinta yang haqiqi dari seorang hamba adalah cinta dalam spectrum yang luas. Cinta tersebut lahir dari kerja keras menjaga rasa sayang Allah kepadanya. Masalah terbesarnya adalah jika Allah murka dengan semua rasa dan amalnya. Kebahagiaan terbesarnya adalah ketika Allah merahmati perasaan dan amalnya. Maka ketika ia jatuh cinta, cinta itu membawanya kepada ketaatan dan membentenginya dari perbuatan ingkar serta penyimpangan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Cinta seorang hamba menghantarkannya kepada kehidupan yang penuh berkah dan rahmat. Ketika cinta lawan jenis hadir dalam dirinya, maka itupun tidak lepas dari komitmen menjaga hak-hak Allah di dalam cinta tersebut. Ia mempersembahkan cinta itu untuk orang yang memberinya jaminan bahwa cinta tersebut adalah berkah dan penuh rahmat. Ia menjalankan cinta tersebut dengan muraqabah yang ketat. Ia selalu yakin, Allah memberinya pendamping yang baik sesuai kualitas kebaikan drinya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Jika engkau seorang hamba dan menjaga hak-hak sebagai hamba, mak jatuh cintalah dan selamat menjalani cinta. Semoga Allah memuliakan kita disebabkan cinta itu, menghimpun kita dalam rahmat sebagai buah dari cinta itu dan melahirkan generasi kuat pewaris dakwah dengan cinta itu. Cinta itu indah…kenapa tak kita persembahkan untuk sesuatu yang abadi???&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;u&gt;MARAJI’&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0in; color: rgb(0, 0, 0);" start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Dr.Khalid Abu Syadi 2001&lt;i style=""&gt;. Investasi Akhirat. &lt;/i&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;:      Pusata Al-Kautsar&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Dr. Abdullah Nashih Ulwan. 2003. &lt;i style=""&gt;Taujih Ruhiyah&lt;/i&gt;. &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;      : Rabbani Press&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Izzatul Jannah. 2003. &lt;i style=""&gt;Duka Lara Cinta&lt;/i&gt;. &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;      : Era &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Eureka&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Cahyadi Takariawan, Wahid Ahmadi, Abdullah Sunono.      2003. &lt;i style=""&gt;Iman dan Mahabbatullah&lt;/i&gt;.      Solo: Era Intermedia &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Novi&lt;/st1:place&gt; Hardian &amp;amp;      tim &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:placename st="on"&gt;ILNA&lt;/st1:placename&gt; &lt;st1:placename st="on"&gt;Learning&lt;/st1:placename&gt; &lt;st1:placetype st="on"&gt;Center&lt;/st1:placetype&gt;&lt;/st1:place&gt;.      2004. &lt;i style=""&gt;Super Mentoring 1&lt;/i&gt; . &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Bandung&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; : Syaamil      Cipta Media&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Al-Izzah. 2005. &lt;i style=""&gt;Ketika      Ikhwah Jatuh Cnta. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;i style=""&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5619393640843984386-1848996521254887113?l=nurul-izzah24.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nurul-izzah24.blogspot.com/feeds/1848996521254887113/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nurul-izzah24.blogspot.com/2010/05/cinta-dan-manajemen-hati.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5619393640843984386/posts/default/1848996521254887113'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5619393640843984386/posts/default/1848996521254887113'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nurul-izzah24.blogspot.com/2010/05/cinta-dan-manajemen-hati.html' title='CINTA DAN MANAJEMEN HATI'/><author><name>Ketika harus bicara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00930700202519247955</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5619393640843984386.post-897161956615038303</id><published>2010-05-08T02:39:00.000-07:00</published><updated>2010-05-08T02:43:54.753-07:00</updated><title type='text'>wahai ukhti</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; Wahai Ukhti….., &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;renungkanlah hal ini…..Kebahagiaan tetaplah rahasia Ilahi, meskipun ‘sejuta manusia’ menggapai langit dan menggali bumi, demi kebahagiaan sejati.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; Keyakinan terhadap takdir, menjunjung manusia ke arah ketabahan, kepasrahan dan keteduhan hati.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; Keihlasan, bak mutiara terpendam, menyorotkan cahaya pasrah, menyambut keridhoan ilahi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; Peneladanan terhadapmu, wahai Nabiku, seringkali menggeser segala kesukaan kami terhadap segenap penghuni bumi. Itulah sebabnya, kehambaan kami bertahan hingga kini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; Saudari muslimah, berbahagialah dengan takdirmu, niscaya keabadian menghampirimu dengan segala keindahannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; Saudari muslimah, berbahagialah dengan keislamanmu, niscaya surga dunia, juga surga akherat, berkenan menyambutmu…Wahai Ukhti….., pikirkanlah hal ini…..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; Ukhti…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; Besarnya kerudungmu tidak menjamin sama dengan besarnya semangat jihadmu menuju ridho Tuhanmu, bahkan bisa jadi kerudung besarmu hanya akan di jadikan sebagai identitasmu saja, supaya bisa mendapat gelar akhwat dan di kagumi oleh banyak ikhwan, jangan sampai ya ukhti……….&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; Ukhti…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; Tertutupnya tubuhmu Tidak menjamin bisa menutupi aib saudaramu, keluargamu bahkan diri anti sendiri, coba perhatikan sekejap saja, apakah aib saudaramu, teman dekatmu bahkan keluargamu sendiri sudah tertutupi, bukankah kebiasaan buruk seorang perempuan selalu terulang dengan tanpa di sadari melalui ocehan-ocehan kecil sudah membekas semua aib keluargamu, aib sudaramu, bahkan aib teman dekatmu melalui lisan manis mu. jangan sampai ya ukhti……….&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; Ukhti…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; lembutnya suaramu mungkin selembut sutra bahkan lebih dari pada itu, tapi akankah kelembutan suara anti sama dengan lembutnya kasihmu pada sauadaramu, pada anak-anak jalanan, pada fakir miskin dan pada semua orang yang menginginkan kelembutan dan kasih sayangmu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; Ukhti…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; Lembutnya Parasmu tak menjamin selembut hatimu, akankah hatimu selembut salju yang mudah meleleh dan mudah terketuk ketika melihat penderitaan orang lain, akankah selembut itu hatimu ataukah sebaliknya hatimu sekeras batu yang ogah dan cuek melihat ketertindasan orang lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; Ukhti…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; Rajinnya tilawahmu tak menjamin serajin dengan shalat malammu, mungkinkah malam-malammu di lewati dengan rasa rindu menuju tuhanmu dengan bangun di tengah malam dan di temani dengan butiran-butiran air mata yang jatuh ke tempat sujud mu serta lantunan tilawah yang tak henti-hentinya berucap membuat setan terbirit-birit lari ketakutan, atau sebaliknya, malammu selalu di selimuti dengan tebalnya selimut setan dan di nina bobokan dengan mimpi-mimpi dunia bahkan lupa kapan bangun shalat subuh.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; Ukhti…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; Cerdasnya dirimu tak menjamin bisa, mencerdaskan sesama saudaramu dan keluargamu, mungkinkah temanmu bisa ikut bergembira menikmati ilmu-ilmunya seperti yang anti dapatkan, ataukah anti tidak peduli sama sekali akan kecerdasan temanmu, saudaramu bahkan keluargamu, sehingga membiarkannya begitu saja sampai mereka jatuh ke dalam lubang yang sangat mengerikan yaitu maksiat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; Ukhti…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; Cantiknya wajahmu tidak menjamin kecantikan hatimu terhadap saudaramu, temanmu bahkan diri anti sendiri, pernahkah anti menyadari bahwa kecantikan yang anti punya hanya tiitpan ketika muda, apakah sudah tujuh puluh tahun kedepan anti masih terlihat cantik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; Ukhti…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; Tundukan pandanganmu yang jatuh ke bumi tidak menjamin sama dengan tundukan semangatmu untuk berani menundukan musuh-musuhmu, terlalu banyak musuh yang akan anti hadapi mulai dari musuh-musuh islam sampai musuh hawa nafsu pribadimu yang selalu haus dan lapar terhadap perbuatan jahatmu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; Ukhti…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; Lirikan matamu yang menggetarkan jiwa tidak menjamin dapat menggetarkan hati saudaramu yang senang bermaksiat, coba anti perhatikan dunia sekelilingmu masih banyak teman, saudara bahkan keluarga anti sendiri belum merasakan manisnya islam dan iman mereka belum merasakan apa yang anti rasakan, bisa jadi salah satu dari kleuargamu masih gemar bermaksiat, sanggupkah anti menggetarkan hati-hati mereka supaya mereka bisa merasakan sama apa yang kamu rasakan yaitu betapa lezatnya hidup dalam kemulyaan islam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; Ukhti…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; Tebalnya kerudungmu tidak menjamin setebal imanmu pada Sang Kholikmu, anti adalah salah satu sasaran setan durjana yang selalu mengintai dari semua penjuru mulai dari depan belakang atas bawah semua setan mengintaimu, imanmu dalam bahaya, hatimu dalam ancaman, tidak akan lama lagi imanmu akan terobrak abrik oleh tipuan setan jika imanmu tidak betul-betul di jaga olehmu, banyak cara yang harus anti lakukan mulai dari diri sendiri, dari yang paling kecil dan seharusnya di lakukan sejak dari sekarang, kapan lagi coba….&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; Ukhti…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; Putihnya kulitmu tidak menjamin seputih hatimu terhadap saudaramu, temanmu bahkan keluargamu sendiri, masih kah hatimu terpelihara dari berbagai penyakit yang merugikan seperti riya dan ujub, pernahkah anti membanggakan diri ketika kesuksesan dakwah telah di raih dan merasa diri paling wah, merasa diri paling aktif, bahkan merasa diri paling cerdas di tas rata-rasat akhwat yang lain, sekeras itukah haitmu, lalu di manakah beningnya hatimu, dan putihnya cintamu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; Ukhti...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; Rajinnya ngajimu tidak menjamin serajin infakmu ke mesjid atau mushola, sadarkah anti kalo kotak-kotak nongkrong di masjid masih terliat kosong dan menghawatirkan, tidakkah anti memikirkan infaq sedikit saja, bahkan kalaupun infaq, kenapa uang yang paling kecil dan paling lusuh yang anti masukan, maukah anti di beri rizki sepelit itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; Ukhti…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; Rutinnya Ta’lim/Liqo' mu tidak menjamin serutin puasa sunah senin kamis yang anti laksanakan , kejujuran hati tidak bisa di bohongi, kadang semangat fisik begitu bergelora untuk di laksankan tapi, semangat ruhani tanpa di sadari turun drastis, puasa yaumul bith pun terlupakan apalagi puasa senin kamis yang di rasakan terlalu sering dalam seminggu, separah itukah hati anti, makanan fisik yang anti pikirkan dan ternyata ruhiyah pun butuh stok makanan, kita tidak pernah memikirkan bagaimana akibatnya kalau ruhiyah kurang gizi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; Ukhti…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; Manisnya senyummu tak menjamin semanis rasa kasihmu terhadap sesamamu, kadang sikap ketusmu terlalu banyak mengecewakan orang sepanjang jalan yang anti lewati, sikap ramahmu pada orang anti temui sangat jarang terlihat, bahkan selalu dan selalu terlihat cuek dan menyebalkan, kalau itu kenyataanya bagaiamana orang lain akan simpati terhadap dakwah kita., ingat!!! Dakwah tidak memerlukan anti tapi… antilah yang memerlukan dakwah, kita semua memerlukan dakwah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; Ukhti…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; Rajinnya shalat malammu tidak menjamin keistiqomahan seperti Rosulullah sebagai panutanmu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; Ukhti…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; Ramahnya sikapmu tidak menjamin seramah sikapmu terhadap sang kholikmu, masihkah anti senang bermanjaan dengan Tuhanmu dengan shalat duhamu, shalat malammu?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; Ukhti…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; Dirimu bagaikan kuntum bunga yang mulai merekah dan mewangi, akankah nama harummu di sia-siakan begitu saja dan atau sanggupkah anti ketika sang ikhwan akan segara menghampirimu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; Ukhti…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; masih ingatkah anti terhadap pepatah yang masih teringiang sampai saat ini bahwa akhwat yang baik hanya untuk ikhwan yang baik, jadi siap-siaplah sang ikhwan akan menjemputmu di pelaminan hijaumu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; Ukhti…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; Baik buruk parasmu bukanlah satu-satunya jaminan akan sukses masuk dalam surga Rabbmu. maka, tidak usah berbangga diri dengan parasmu yang molek, tapi berbanggalah ketika iman dan taqwamu sudah betul-betul terasa dan terbukti dalam hidup sehari-harimu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; Ukhti…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; muhasabah yang anti lakukan masihkah terlihat rutin dengan menghitung-hitung kejelekan sikap anti yang di lakukan siang hari, atau bahkan kata muhasabah itu sudah tidak terlintas lagi dalam hatimu, sungguh lupa dan sirna tidak ingat sedikitpun apa yang harus di lakukan sebelum tidur, anti tidur mendengkur begitu saja dan tidak pernah kenal apa itu muhasabah, kenapa muhasabah tidak di jadikan sebagai moment untuk perbaikan diri bukankah akhwat yang baik hanya akan mendapatkan ikhwah yang baik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; Ukhti…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; pernahkah anti bercita-cita ingin mendapatkan suami ikhwan yang ideal, wajah yang manis, badan yang kekar, dengan langkah tegap dan pasti, bukankah apa yang anti pikirkan sama dengan yang ikhwan pikirkan yaitu ingin mencari istri yang solehah, kenapa tidak dari sekarang anti mempersiapkan diri menjadi seorang yang solehah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; Ukhti…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; Apakah kebiasaan buruk wanita lain masih ada dan hinggap dalam diri anti, seperti bersikap pemalas dan tak punya tujuan atau lama-lama nonton tv yang tidak karuan dan hanya akan mengeraskan hati sampai lupa waktu, lupa Bantu 0rang tua, kapan akan menjadi anak yang biruwalidain, kalau memang itu terjadi jadi sampai kapan, mulai kapan anti akan mendapat gelar akhwat solehah,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; Ukhti… &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; hatimu di jendela dunia, dirimu menjadi pusat perhatian semua orang, sanggupkah anti menjaga izzah yang anti punya, atau sebaliknya anti bersikap acuh tak acuh terhadap penilaian orang lain dan hal itu akan merusak citra akhwat yang lain, kadang orang lain akan mempunyai persepsi di sama ratakan antara akhwat yang satu dengan akhwat yang lain, jadi kalo anti sendiri membuat kekeliruan dalam akhlak maka akan merusak citra akhwat yang lain&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; Ukhti…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; Dirimu menjadi dambaan semua orang, karena yakinlah preman sekalipun, bahkan brandal sekalipun tidak menginginkan istri yang akhlaknya bobrok tapi semua orang menginginkan istri yang solehah, siapkah anti sekarang menjadi istri solehah yang selalu di damba-dambakan oleh semua orang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;(dari milis sebelah)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5619393640843984386-897161956615038303?l=nurul-izzah24.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nurul-izzah24.blogspot.com/feeds/897161956615038303/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nurul-izzah24.blogspot.com/2010/05/wahai-ukhti.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5619393640843984386/posts/default/897161956615038303'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5619393640843984386/posts/default/897161956615038303'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nurul-izzah24.blogspot.com/2010/05/wahai-ukhti.html' title='wahai ukhti'/><author><name>Ketika harus bicara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00930700202519247955</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5619393640843984386.post-8352068701322909342</id><published>2010-05-08T02:37:00.000-07:00</published><updated>2010-05-08T02:38:22.006-07:00</updated><title type='text'>jika aku jatuh cinta</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Ya Allah, jika aku jatuh cinta,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; cintakanlah aku pada seseorang yang melabuhkan cintanya pada-Mu,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; agar bertambah kekuatan ku untuk mencintai-Mu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; Ya Muhaimin, jika aku jatuh cinta,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; jagalah cintaku padanya agar tidak melebihi cintaku pada-Mu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; Ya Allah, jika aku jatuh hati,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; izinkanlah aku menyentuh hati seseorang yang hatinya tertaut pada-Mu,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; agar tidak terjatuh aku dalam jurang cinta semu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; Ya Rabbana, jika aku jatuh hati,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; jagalah hatiku padanya agar tidak berpaling pada hati-Mu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; Ya Rabbul Izzati, jika aku rindu,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; rindukanlah aku pada seseorang yang merindui syahid di jalan-Mu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; Ya Allah, jika aku rindu,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; jagalah rinduku padanya agar tidak lalai aku merindukan syurga-Mu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; Ya Allah, jika aku menikmati cinta kekasih-Mu,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; janganlah kenikmatan itu melebihi kenikmatan indahnya bermunajat di sepertiga malam terakhirmu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; Ya Allah, jika aku jatuh hati pada kekasih-Mu,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; jangan biarkan aku tertatih dan terjatuh dalam perjalanan panjang menyeru manusia kepada-Mu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; Ya Allah, jika Kau halalkan aku merindui kekasih-Mu,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; jangan biarkan aku melampaui batas sehingga melupakan aku pada cinta hakiki dan rindu abadi hanya kepada-Mu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; Ya Allah Engaku mengetahui bahawa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta pada-Mu, telah berjumpa pada taat pada-Mu,telah bersatu dalam dakwah pada-MU,telah berpadu dalam membela syariat-Mu. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; Kukuhkanlah Ya Allah ikatannya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; Kekalkanlah cintanya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; Tunjukilah jalan-jalannya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; Penuhilah hati-hati ini dengan Nur-Mu yang tiada pernah pudar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; Lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan keimanan kepada-Mu dan keindahan bertawakal di jalan-Mu.(As-Syahid Sayyid Qutb)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5619393640843984386-8352068701322909342?l=nurul-izzah24.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nurul-izzah24.blogspot.com/feeds/8352068701322909342/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nurul-izzah24.blogspot.com/2010/05/jika-aku-jatuh-cinta.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5619393640843984386/posts/default/8352068701322909342'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5619393640843984386/posts/default/8352068701322909342'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nurul-izzah24.blogspot.com/2010/05/jika-aku-jatuh-cinta.html' title='jika aku jatuh cinta'/><author><name>Ketika harus bicara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00930700202519247955</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5619393640843984386.post-730432904054627992</id><published>2010-05-08T02:09:00.000-07:00</published><updated>2010-05-08T02:25:00.183-07:00</updated><title type='text'>kembali</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Assalamu'alaiku.....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;gimana kabarnya para bloggers???&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Hmmm....akhirnya bisa muncul lagi..setahun lebih lho...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;bagusnya cerita apa ya???  bukannya kehabisan ide buat nulis, tapi bingung mau mulai nulis yang mana. secara, dah lama banget gak nulis, terlalu banyak cerita yang selama ini tersimpan...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;but, insyaAllah ke depan aku akan eksis lagi di dunia bloger( ngarep mode on)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Mulai dari mana ya???&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Hmm....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Setahun yang lalu. Yup, tepat setahun yang lalu aku meninggalkan kota makassar, ketika akhirnya aku harus hijrah ke kota butta turatea, meninggalkan kuliahku, teman2 ku, dan tentunya kota makassar tercinta.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Saat ini, di bumi turatea, aku melanjutkan perjuangan hidupku sebagai abdi negara dan abdi masyarakat. Siapa yang nyangka klo akhirnya aku akan tinggal di kota yang konon katanya penduduknya keras2 ( bagi sebagian orang, tapi bagiku gak juga koq). Bermimpi saja tdk pernah. Tapi itulah takdir Allah, tidak ada yang akan bisa pernah menebaknya. mau tidak mau, suka tidak suka, kita harus menerimanya...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;berawal dari setahun yang lalu, ketika aku diminta oleh keluarga untuk mendaftar CPNS di daerah ini, awalnya aku tdk menghiraukannya karena toh memang aku tidak pernah kepikiran untuk daftar di daerah ini. tapi setelah disuruh mempertimbangkan, akhirnya iseng juga aku daftar.. wal hasil aku keterima di daerah ini...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;itulah awal mula keberadaanku di butta turatea...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;dan.... ada banyak kisah lagi. tapi bukan dsini tempatnya, may be di tulisan berikutnya. Ok&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5619393640843984386-730432904054627992?l=nurul-izzah24.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nurul-izzah24.blogspot.com/feeds/730432904054627992/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nurul-izzah24.blogspot.com/2010/05/kembali.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5619393640843984386/posts/default/730432904054627992'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5619393640843984386/posts/default/730432904054627992'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nurul-izzah24.blogspot.com/2010/05/kembali.html' title='kembali'/><author><name>Ketika harus bicara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00930700202519247955</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5619393640843984386.post-3101774777828196163</id><published>2009-06-13T21:27:00.000-07:00</published><updated>2009-06-13T22:15:06.126-07:00</updated><title type='text'>Merried, Siap atau pengen???</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(204, 51, 204);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt; Terkadang saya merasa geli sendiri jika mendapat pertanyaan2 ataupun pernyataan  yang agak sensitif, baik dari teman2 ataupun dari senior. Dan kmarin malam, pernyataan itu muncul lagi..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt;Kemarin malam, saya menghadiri acara walimahan teman.. biasanya sih kalau ada acara seperti itu..saya datangnya bareng akhwat lain. tapi kali ini saya pergi sendiri karena gak tau mau ajak siapa karena tidak banyak teman2 akhwat yang diundang. Walaupun sebenarnya saya kurang pede datang di acara2 kayak gituan sendiri kalo gak pake hijab. Kalau pake hijab kan tidak masalah. Akhirnya berangkat jugalah saya ke acara walimahan tersebut dengan ditemani " si biru". walau agak ribet karena pake baju pesta sambil bawa motor, tapi sampe juga dengan selamat..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt;Seperti biasa, setelah mengganti sandal cadangan di parkiran ( tadinya berangkat dengan sandal biasa..secara gitu lho, gak mungkin saya bawa motor dengan sandal dengan haq 5 cm) saya pun menuju ke gedung, isi buku tamu. Tapi pas waktu mau ke pelaminan ngasi ucapan selamat, entah ketidak pedean itu muncul lagi. Kebetulan di acara itu, saya ketemu ma senior yang juga datang, tapi dengan suaminya. Saya pun meminta kepada beliau untuk menemani ke pelaminan untuk ngasi ucapan selamat  kepada mempelai. Tapi sayang nya dia baru aja turun dari pelaminan. Dan pernyataan itu pun terlontar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt;            " makanya... cepat- cepatmi cari gandengan juga biar kalo kemana- mana gak sendiri            lagi..."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt;teman yang satupun menimpali dan mengiyakan. What?? Cari gandengan?? bukan cari kali.. tapi saya yang dicari, hehe. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt;Sering ya, pernyataan seperti ini datang dari teman2. Emangnya kenapa kalo saya masih sendiri? toh saya masih menikmatinya??&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt;Mungkin...bagi sebagian orang, nikah itu hal yang gampang2 aja. Tapi bagi saya tidak. Tidak berat juga sih.. tapi nikah itu tidak sekedar pengen, trus nikah, selesai deh, berubah lagi statusnya kita. Tapi jauh dibalik itu, kita butuh banyak persiapan. ini juga yang perlu dipahami, "Merried, siap atau pengen"?? karena beda ya, antara siap dengan pengen. kalo siap itu ya.... betul2 siap, siap fisik, mental, sosialnya,  finansial tentunya juga harus siap dong!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 102);"&gt;Siap fisik,&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt;  saya rasa kita semua sudah tau,, &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 102);"&gt;Siap mental,&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt; tentu lah...karena akan ada banyak yang berubah setelah seseorang itu nikah. dengan adanya perubahan status. yang tadinya bujang, jadi istri ataupun jadi suami..lebih2 kalo dah jadi ibu ataupun bapak, mental harus betul dipersiapkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt;ya penting juga. Yang tadinya mungkin.. kita cuek aja dengan lingkungan sekitar kita, apalagi yang terbiasa kost- kostan, pulang kampus langsung ke kamar, besoknya lagi keluar beraktivitas sehingga interaksi dengan lingkungan tempat tinggalnya kurang. Setelah nikah.. butuh sosialisasi dengan lingkungan kita, mungkin bagi yang ibu2, bisa ikut arisan antar RW/RT biar bisa saling kenal dengan tetangganya. yang bapak2 mungkin.. sesekali ikut kerja bakti. Jadi tidak seperti waktu kuliah lagi..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 102);"&gt;finansial,&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt; yah ini juga hal yang sangat penting. terutama buat laki2 yang nantinya sebagai pemberi nafkah buat istri dan anak2 nya, bukan berarti wanita tidak boleh kerja diluar. Boleh2 saja, sang istri bekerja untuk membantu suami asalkan harus tetap ingat kodratnya dan tidak lupa tugasnya sebagai seorang istri...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt;Dan masih banyak hal yang perlu disiapkan...Dan yang paling penting adalah.. Don't Worry! Jodoh itu dah diatur oleh Allah... suatu saat dia pasti akan datang, bukankah manusia diciptakan berpasang-pasangan? Cepat atau lambat, hanya Allah yang tahu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt;Lain halnya dengan pengen. mungkin sebenarnya sudah siap juga.. tapi kebanyakan ketidak siapannya. Mungkin karena sering diledek2 sama temannya " kapan nih.. nyusul??" seperti kasus saya diatas tadi.. tapi bukan berarti saya pengen.. nantilah kalo dah betul2 siap, hehe. Atau mungkin karena desakan dari keluarga yang menginginkan anaknya segera menyempurnakan separuh agamanya padahal sang anak belum siap, dan banyak lagi...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt;Nah.. sebelum dia datang, marilah mempersiapkan diri untuk menyambutnya dan menempa diri untuk menjadi baik, bukankah Allah telah berjanji dalam Al-Qur'an surah An-Nur ayat 26 bahwa wanita baik2 untuk laki- laki baik2, begitupun sebaliknya. sambil menilai diri sudah siapkah saya ataukah hanya sekedar pengen?? Anda sendiri yang tahu...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5619393640843984386-3101774777828196163?l=nurul-izzah24.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nurul-izzah24.blogspot.com/feeds/3101774777828196163/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nurul-izzah24.blogspot.com/2009/06/merried-siap-atau-pengen.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5619393640843984386/posts/default/3101774777828196163'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5619393640843984386/posts/default/3101774777828196163'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nurul-izzah24.blogspot.com/2009/06/merried-siap-atau-pengen.html' title='Merried, Siap atau pengen???'/><author><name>Ketika harus bicara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00930700202519247955</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5619393640843984386.post-2264003928999660353</id><published>2009-06-05T20:38:00.000-07:00</published><updated>2009-06-05T21:28:33.521-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0); font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Bersiaplah menghadapi kegagalan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;Kegagalan dan kesuksesan adalah 2 sisi mata uang yg saling melengkapi.Orang ingin sukses harus tahu bahwa ada saat2 kegagalan. Yang penting bukan sekedar mencari jalan sukses, tetapi juga mengerti " apa yg menyebabkan kegagalan." kegagalan itu bermula dari kegagalan2 kecil yang tidak dipelajari apalagi diantisipasi. Pada hakikatnya, kegagalan itu :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;&lt;li&gt;orang yang takut melangkah karena takut salah, dialah yang gagal&lt;/li&gt;&lt;li&gt;orang yang tidak mengakui kesalahan dan kekalahan, dialah yang gagal&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Orang yang menyalahkan diri sendiri dan tidak mau mengoreksi dirinya, dialah yang gagal&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Orang yang gagal merencanakan, dia sedang merencanakan kegagalan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kegagalan adalah milik mereka yang melangkah setengah hati, tak jelas apa yang dicari&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kegagalan adalah hiasan akrab bagi orang yang manja, tak mau berusaha apalagi bekerja, tak punya motivasi dan percaya diri&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;Beberapa kali orang jatuh tak menjadi soal. Yang penting kemampuannya untuk bangkit kembali setiap kali ia jatuh, tentunya bukan pada lubang yang sama untuk kedua kalinya. Jangan ukur seseorang dalam menghitung berapa kali ia jatuh, ukurlah ia dengan berapa kali dia sanggup bangkit kembali.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;Nah, untuk menghadapi kegagalan, kita perlu mempersiapkan:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;1.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 0, 153);"&gt; Milikilah kesabaran&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt; Kesabaran menjadikan seseorang mampu bertahan dalam menjunjung prinsipnya, meraih cita2nya dan menempuh jalan yang telah dirintisnya. Sabar bila dijalani sebagaimana mestinya akan mampu mengubah musibah menjadi karunia, tantangan menjadi peluang, hambatan menjadi kesempatan, dan keterbatasan menjadi anugrah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;2.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 0, 153);"&gt; Milikilah ketabahan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt; Selain kesabaran diperlukan juga ketabahan. Ya, ketabahan, yaitu kemampuan bangkit kembali kesekian kalinya setelah terjatuh. Dalam benturan antara sungai dan batu, air sungai senantiasa menang bukan dengan kekuatan tapi dengan ketabahan. Seberapa jauh kita jatuh tidak menjadi masalah, tapi yang penting seberapa sering kita bangkit kembali.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;3.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 0, 153);"&gt;Menarik hikmah, jagan menyerah&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;"hikmah adalah aset orang mukmin yang tercecer. Dimanapun ia menemukannya maka ialah yang paling berhak memilikinya" (hikmah)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt; Karena Allah telah menegaskan " Barang siapa mendapatkan hikah, maka sungguh ia akan peroleh kebaikan yang banyak." (QS. Al Baqarah : 269)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt; Kegagalan, jangan dibiarkan sebagai sesuatu yang final. muslim sejati, memandang kegagalan sebagai awal, batu loncatan untuk memperbaharui kinerja mereka di masa mendatang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt;Sumber:  zero to hero&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5619393640843984386-2264003928999660353?l=nurul-izzah24.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nurul-izzah24.blogspot.com/feeds/2264003928999660353/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nurul-izzah24.blogspot.com/2009/06/bersiaplah-menghadapi-kegagalan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5619393640843984386/posts/default/2264003928999660353'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5619393640843984386/posts/default/2264003928999660353'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nurul-izzah24.blogspot.com/2009/06/bersiaplah-menghadapi-kegagalan.html' title=''/><author><name>Ketika harus bicara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00930700202519247955</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5619393640843984386.post-8522112585541743751</id><published>2009-06-04T04:04:00.000-07:00</published><updated>2009-06-04T04:48:40.879-07:00</updated><title type='text'>Petualanganku</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(51, 0, 51);"&gt;Sore ini, sepulang dari mesjid, ya biasa lah kegiatan rutinitas pekanan (liqo'), kusempatkan singgah d warnet. entah, tiba2 aku ingin menulis tentang sesuatu. May be tentang perjalananku di dunia keperawatan hingga saat ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 51);"&gt;weits, mengenang dari awal nih, saat2 pertama ketika hendak masuk d sekolah perawat yang hampir2 saja gak jadi. Awalnya kan ayahku melarang sekolah, yah... katanya sih perempuan biar bagaimanapun nantinya ke dapur juga jadi mending gak usah sekolah. Alangkah kecewanya aku saat itu.. Tapi entah yah, jin baik apa yang merasuki ayahku sehingga beliau tiba2 berubah fikiran dan menyuruhku untuk segera ke makassar. uhh...betapa senangnya aku saat itu karena cita2 ku untuk sekolah perawat terkabulkan ( waktu itu masih ada SPK). dengan bermodal nekat ( karena jujur, saya jarang k makassar :-) n tidak terlalu kenal dgn klrga  yg d makassar, berangkatlah aku k makassar bersama ibu dengan modal alamat rumahnya keluarga. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 51);"&gt;keesokan harinya, kumulailah petualanganku menuju  SPK Pelamonia untuk mendaftar. Untungnya pendaftaran diundur. Walhasil, akupun diterima d sekolah ini..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 51);"&gt;kumulailah petualanganku d makassar yang jauh dari orang tua. Hidup di lingkungan TNI membuatku bisa hidup mandiri, makan sendiri, pergi sendiri, masak sendiri...(eh, kalo masak sih ada ibu dapur yang masakin, tinggal bayar aja) tapi bukan itu maksudku. Hidup di lingkungan ABRI memberi pelajaran tersendiri buat saya..( cerita tentang SPK dicukupkan aja ya...)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 51);"&gt;Tamat dari SPK, akupun melanjutkan pendidikan dAKPER. meskipun waktu itu bisa langsung kerja, tapi entah saya lebih prospek untuk lanjut kuliah. dan waktu itu saya  lanjut d Akper anging mammiri. Selesai pendidikan d Akper, ayah memanggilku pulang kampung. katanya sih, biar mengabdi d daerah saja. tapi lagi2 aku menolak dengan alasan, kalo saya d daerah, akan susah buat saya untuk melanjutkan pendidikan lagi. biasa lah... di daerah gitu loh, apalagi yang diharapkan ortu setelah anaknya selesai kuliahnya...pasti lah yang ditunggu2 kata " married". What?? nikah??? jauh2 dulu, cita2 ku masih panjang.. So, tetaplah aku d makassar dengan bekerja sebagai tenaga kontrak d salah satu RS milik TNI. Ya... lagi2 welcome to soldier world.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 51);"&gt; setahun lebih kerja dsna, akupun melanjutkan pendidikan d Universitas Hasanuddin. Kampus merah yang selama ini kuimpikan( mimpinya kecil2 aja kok, gak sampe mimpi kuliah d luar sul sel but maybe in the other time, saya penge....n banget melanjutkan kuliah d luar, ya... kayak dosen2 ku yang masih muda2 yang melanjutkan kulnya d luar negeri. but, when???? masi adakah harapan itu??&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 51);"&gt; I believe, harapan itu akan selalu ada. Setidaknya kita punya mimpi, tapi hatrus bangu biar mimpinya gak cuma sekedar mimpi, tapi jadi kenyataan. Pasti bisa!!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 51);"&gt;back to kisah petualanganku. Sementara kuliah d unhas, pemerintah membuka lowongan CPNS, N akupun ikut mengadu nasib diantara banyaknya pendaftar. And.. alhamdulillah...akupun diterima jadi abdi negara d daerah yang  jujur, asing buat saya. Yup, " Welcome to Jeneponto" but it's not problem for me. saya pasti bisa menyesuaikan diri dsana. tapi masalahnya... aku harus cuti kuliah, but it's OK. biar aku bisa mengaplikasikan ilmu yang telah kudapatkan...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 51);"&gt;N I will be back, so......keep semangat n smile :-)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 51);"&gt;dah dulu ya...nanti dilanjutkan lagi kisahnya...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 51);"&gt; I must prepare my lesson to final tes...biar bisa lulus n dapat nilai yang bagus:-)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5619393640843984386-8522112585541743751?l=nurul-izzah24.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nurul-izzah24.blogspot.com/feeds/8522112585541743751/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nurul-izzah24.blogspot.com/2009/06/petualanganku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5619393640843984386/posts/default/8522112585541743751'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5619393640843984386/posts/default/8522112585541743751'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nurul-izzah24.blogspot.com/2009/06/petualanganku.html' title='Petualanganku'/><author><name>Ketika harus bicara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00930700202519247955</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5619393640843984386.post-4078161601262142755</id><published>2009-06-03T04:35:00.000-07:00</published><updated>2009-06-03T04:41:48.360-07:00</updated><title type='text'>Tip Mengatasi Flu Babi</title><content type='html'>&lt;i style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt;&lt;/i&gt;                                                                                                                                                                              &lt;div style="text-align: justify; color: rgb(102, 51, 102);"&gt;&lt;p&gt;Tip mengatasi flu babi agar tidak menyebar lebih luas. Berikut tip tersebut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Cuci tangan sesering mungkin. Mencuci tangan dengan sabun dan air beberapa kali dalam sehari. Keringkan tangan setelah dicuci. Jika tidak ada air, bisa menggunakan bahan pencuci tangan dari alkohol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Hindari bersentuhan mata, hidung atau mulut. Virus flu sering menyebar ketika seseorang bersentuhan dengan penderita yang terkontiminasi kuman, kemudian bersentuhan dengan mata, hidung atau mulut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Hindari kontak terlalu dekat. Hindari berdekatan dengan seseorang yang sedang sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Tinggallah di rumah jika sedang sakit. Jika mungkin, tinggallah di rumah dan hindari pusat-pusat keramaian jika sedang sakit. Ini akan membantu mencegah orang lain dari kemungkinan tertular penyakit yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Gunakan penutup hidung dan mulut. Gunakan sapu tangan atau tisu ketika sedang batuk atau bersin untuk mencegah penyebaran virus. Jika tidak punya tisu, gunakan lengan baju bagian depan, jangan pakai telapak tangan. Buanglah tisu di tempat sampah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Tetaplah menjaga jarak. Jika Anda sedang sakit, jagalah jarak dengan orang lain untuk melindungi mereka agar tidak ikut terserang sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Terapkan gaya hidup sehat. Pikirkan ulang untuk merokok, istirahatlah atau tidur yang cukup, olahraga secara rutin sehingga tubuh bisa aktif, mengelola tingkat stres, meminum air banyak-banyak, dan konsumsi makanan bernutrisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Konsultasi dengan dokter jika sakit. Datanglah ke pusat layanan kesehatan atau dokter jika ada tanda-tanda gejala flu, seperti susah bernapas, pikiran kacau, dan muntah-muntah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Tunda perjalanan jika sedang sakit. Jika sedang sakit, sebaiknya Anda berpikir ulang untuk melakukan perjalanan dengan pesawat atau alat transportasi lainnya. Jika terpaksa harus terbang ke negara yang terserang flu babi, segeralah berkonsultasi dengan dokter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Ikuti perkembangan informasi dari otoritas kesehatan lokal. Anda perlu tetap mengikuti perkembangan situasi terkini dari wabah influenza dan saran-saran yang disampaikan otoritas kesehatan lokal.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5619393640843984386-4078161601262142755?l=nurul-izzah24.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nurul-izzah24.blogspot.com/feeds/4078161601262142755/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nurul-izzah24.blogspot.com/2009/06/tip-mengatasi-flu-babi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5619393640843984386/posts/default/4078161601262142755'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5619393640843984386/posts/default/4078161601262142755'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nurul-izzah24.blogspot.com/2009/06/tip-mengatasi-flu-babi.html' title='Tip Mengatasi Flu Babi'/><author><name>Ketika harus bicara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00930700202519247955</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5619393640843984386.post-2646758261488721890</id><published>2009-06-03T04:21:00.000-07:00</published><updated>2009-06-03T04:23:47.974-07:00</updated><title type='text'>bidadari surga</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;" Di dalam surga itu terdapat bidadari2 yg sopan menundukkan pandangannya. Tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka, tidak pula oleh jin. ( QS.Ar-Rahman: 56)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;" Seandainya seorang bidadari dari surga menampakkan diri pada penghuni bumi, niscaya cahaya tubuhnya dan bau harumnya akan memenuhi ruang antara langit dan bumi, serta kerudung rambutnya lbih indah dan bernilai daripada dunia dan seisinya.( HR.Bukhari)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Namun percayakah kita bahwa ada sosok yg mampu mengalahkan bidadari?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;"....Wanita dunia di surga sangat lebih utama daripada bidadari surga karena shalat, puasa, dan ibadah yang dilakukan mereka"( HR.At_Thabrani)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Ukhti fillah...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;ternyata ada celah bagi kita untuk bisa mengalahkan bidadari...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;So, membidadarikan diri? Why not?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Ayo ukhti, selagi masih ada waktu dari Allah, marilah kita berusaha menjadi wanita2 utama mengalahkan bidadari surga, mempesona, bahagia, dan selamat dunia akhirat....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Amin...&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5619393640843984386-2646758261488721890?l=nurul-izzah24.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nurul-izzah24.blogspot.com/feeds/2646758261488721890/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nurul-izzah24.blogspot.com/2009/06/bidadari-surga.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5619393640843984386/posts/default/2646758261488721890'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5619393640843984386/posts/default/2646758261488721890'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nurul-izzah24.blogspot.com/2009/06/bidadari-surga.html' title='bidadari surga'/><author><name>Ketika harus bicara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00930700202519247955</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5619393640843984386.post-3098852718544005748</id><published>2009-06-01T22:39:00.000-07:00</published><updated>2009-06-01T22:45:16.740-07:00</updated><title type='text'>profil perawat masa kini: bak memakan buah simalakama</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Perawat kontemporer menuntut perawat yang memiliki pengetahuan dan ketram pilan dalam berbagai bidang. Dulu peran perawat inti adalah memberikan perawatan dan kenyamanan karena mereka menjalankan perawatan spesifik, tapi seka rang hal ini telah berubah. Peran perawat sudah menjadi lebih luas dengan penekanan pada peningkatan kesehatan dan pencegahan penyakit, juga memandang klien secara komprehensif. Pera wat masa kini menjalankan fungsi dalam kaitannya dengan berbagai peran pemberi kepe rawatan, pembuat keputusan klinik dan etika, pelindung dan advokat bagi klien, manajer kasus, rehabilitator, pembuat kenyamanan, komunikator dan pendidik.(Potter-Perry).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Statemen diatas sudah sebaiknya menjadi iktibar bagi kita-kader keperawatan tan ah air- untuk memahami tujuan kerja kita yang tidak sebatas melakukan technical saja tapi sudah menyentuh berbagai bidang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Bak jauh panggang dengan api, di lapangan kita bisa melihat kondisi keseharian kerja perawat. Banyak ditemu kan laporan bahwa pe rawat dikenal sebagai sosok yang menakutkan, tidak tahu sopan-santun dalam menangani pasien dan berbagai ungkapan miring lainnya. Perawat yang notabene telah bekerja lebih banyak dari dokter karena 24 jam selalu bertemu dengan pa sien, juga harus menghadapi berbagai kepedihan seperti laporan tindakan pemukulan oleh keluarga pasien yang tidak puas dengan asuhan keperawatan yang diberikan, lalu gaji yang diberi kan juga dibawah standar. Ibarat memakan buah simalakama, perawat men jadi serba-salah dalam melakukan tindakan apapun.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Padahal, keperawatan sudah dianggap sebagai satu profesi, bukan lagi sejumlah ketrampilan khusus dan seorang perawat bukan hanya seorang yang dilatih dengan keah lian tertentu. Keperawatan adalah sebuah profesi. Profesi memiliki beberapa karakteristik utama seperti:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;1 Adanya pendidikan lanjutan dari anggotanya, demikian pula landasan dasarnya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;2 Mempunyai kerangka pengetahuan teoretis yang mengarah pada skill, kemampu an dan norma tertentu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;3. Memberikan pelayanan tertentu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;4. Anggota suatu profesi memiliki otonomi untuk membuat keputusan dan mela kukan tindakan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;5. Profesi sebagai satu kesatuan memiliki kode etik untuk melakukan praktik kepera watan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Sudah jelas, keperawatan memiliki semua hal tersebut diatas. Akan tetapi, ki ni kita dihadapkan bahwa keperawatan hanya sebatas profesi, belum menyentuh aspek yang demikian lengkap seperti organisasi keperawatan di berbagai negara lainnya. Padahal, u sia keperawatan di Indonesia sudah sama tuanya dengan usia republik ini, wa lau dulu di kenal sebagai paramedis yang bertugas merawat korban perang disamping keberadaan dokter yang lebih dulu mujur dengan didirikannya STOVIA sebagai sekolah kedokteran pertama di Indonesia dengan CBZ (RS.CIPTO MANGUNKUSUMO saat ini-red) seba gai RS akademika-nya. Tapi bukan berarti dengan hal seperti itu membuat kita beralasan bahwa keperawatan di tanah air terus berada dalam ketertinggalan dan mematuhi sifat pe simisme. Sudah saatnya kita melakukan perubahan dan reformasi misi hingga visi 2010 menjadi kenyataan bagi kita selaku kader keperawatan Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;http://andibloggersejati.blogspot.com &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5619393640843984386-3098852718544005748?l=nurul-izzah24.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nurul-izzah24.blogspot.com/feeds/3098852718544005748/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nurul-izzah24.blogspot.com/2009/06/profil-perawat-masa-kini-bak-memakan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5619393640843984386/posts/default/3098852718544005748'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5619393640843984386/posts/default/3098852718544005748'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nurul-izzah24.blogspot.com/2009/06/profil-perawat-masa-kini-bak-memakan.html' title='profil perawat masa kini: bak memakan buah simalakama'/><author><name>Ketika harus bicara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00930700202519247955</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5619393640843984386.post-856376979729405214</id><published>2009-06-01T22:24:00.001-07:00</published><updated>2009-06-01T22:24:43.184-07:00</updated><title type='text'>dakwah dan ukhuwah</title><content type='html'>&lt;a href="http://testi.iluvislam.com"&gt;&lt;img src="http://farm4.static.flickr.com/3414/3549494892_ca569f63ce.jpg?v=0" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Dapatkan Mesej Bergambar di Sini&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5619393640843984386-856376979729405214?l=nurul-izzah24.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nurul-izzah24.blogspot.com/feeds/856376979729405214/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nurul-izzah24.blogspot.com/2009/06/dakwah-dan-ukhuwah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5619393640843984386/posts/default/856376979729405214'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5619393640843984386/posts/default/856376979729405214'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nurul-izzah24.blogspot.com/2009/06/dakwah-dan-ukhuwah.html' title='dakwah dan ukhuwah'/><author><name>Ketika harus bicara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00930700202519247955</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5619393640843984386.post-4358725315090369466</id><published>2009-06-01T00:09:00.000-07:00</published><updated>2009-06-01T00:15:31.046-07:00</updated><title type='text'>Efektivitas Penggunaan Gelar Ners�</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);" class="content"&gt;Efektivitas Penggunaan Gelar Ners�&lt;br /&gt;Oleh: Syaifoel Hardy &amp;amp; Nurhadi*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Latar Belakang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menengok sejarah dunia nursing secara umum pastilah akan dihubungkan dengan tokoh Florence Nightingale (FN) di abad ke 19, sekalipun di Islam telah berkembang pada abad ke 7 jauh sebelum FN dikenal (Grippando &amp;amp; Mitchell, 1989). Nurses pada saat itu, meski tanpa embel-embel gelar, telah diakui sumbangan ilmiahnya dalam masyarakat. Kemajuan yang diperoleh adalah berkat ketekunan para tokoh tersebut untuk selalu melakukan perbaikan melalui proses riset dan cara pembelajaran ilmiah lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses riset yang kuntinyu tersebut membuahkan dunia profesi nursing terus berkembang, seiring dengan perkembangan ilmu dan tekhnologi lainnya, meskipun tidak sepesat profesi kesehatan lain misalnya kedokteran. Dari segi disiplin ilmu, profesi ini pun telah memasuki jenjang sub spesialis. Untuk mendukung kemajuan tersebut, metode riset dan critical thinking sudah menjadi bagian dari pola pendidikan nursing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Profesi nursing di Indonesia yang tergolong masih muda dibandingkan dengan di negara Barat memang tertinggal jauh. Bahkan di antara negara-negara Asia sekalipun. Meskipun demikian, geliat perubahan yang dimulai sejak tujuh tahun terakhir di tanah air merupakan upaya positif yang sudah pasti memerlukan dukungan semua pihak. Tetapi yang lebih penting adalah dukungan pemikiran-pemikiran kritis terutama dari nurses itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pola pikir kritis ini merupakan tindakan yang mendasari evidence-based practice dunia nursing yang memerlukan proses pembuktian sebagaimana proses riset ilmiah. Pola pikir tersebut bukan berarti mengharuskan setiap individu menjadi peneliti/researcher. Sebaliknya, sebagai landasan dalam praktek nursing sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian kemampuan merefleksikan kenyataan praktis lapangan dengan dasar ilmu nursing ataupun disiplin ilmu lainnya, baik dalam nursing proses kepada pasien ataupun dalam melaksanakan program pendidikan nursing, sudah seharusnya menyatu dalam intelektualitas nurses. Termasuk bagaimana menyikapi penggunaan istilah �€˜Ners�€™ misalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemakaian istilah �€˜Ners�€™ sebagai bentuk �€˜penghargaan�€™ sesudah pencapaian jenjang pendidikan S1 merupakan issue yang perlu kita kritisi. Kita sebut sebagai issue, karena peletakannya sebagai suatu gelar bagi sebuah profesi bisa menuai perdebatan. Tinjauan literatur pemakaian istilah yang �€˜menyabot�€™ dari Bahasa Inggris: Nurse yang sebenarnya memang sebuah profesi, bukan gelar, adalah persoalan pertama. Yang kedua, penggunaan istilah ners ditinjau dari kacamata internationalisation. Dan yang ketiga legitimasi pemakaian gelar Ners.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga hal tersebut menjadi fokus essay ini. Tujuannya tidak lain adalah mengajak kita, nurses, untuk selalu berpikir kritis, agar implementasi dunia nursing sebagai disiplin ilmu mengedepankan evidence, bukan semata-mata slogan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Analisa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejauh ini, lulusan S1 Keperawatan di Indonesia dikenal sebagai penyandang gelar Sarjana keperawatan (SKep). Program ini kemudian menambahkan gelar profesi nursing yang disebut Ners, sesudah menempuh sejumlah sistem kredit semester dalam studinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah gelar tersebut merupakan gelar akademik, gelar profesional ataukah predikat lainnya semisal Registered Nurse (RN)? Di bawah ini analisanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Etimologi&lt;br /&gt;Menurut Wikipedia (Online, 2007), kata nurse yang diucapkan /ners/ (Webster�€™s Ninth Collegiate Dictionary, 1993), berasal dari Bahasa Inggris, Bahasa Perancis nourice, dan Bahasa Latin nutricia, berarti: person that nourishes, is a health care professional who is engaged in the practice of nursing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari definisi tersebut berarti bahwa untuk menjadi seorang nurse yang profesional memerlukan pendidikan tertentu. Sesudah menyelesaikan pendidikan, kemudian mempraktikkan hasil pengetahuan dan ketrampilannya. Dari definisi tersebut juga sudah jelas, sekalipun tanpa gelar ners, nurse sendiri sudah profesional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbendaharaan kata dalam kamus Bahasa Indonesia, dalam sejarahnya banyak sekali menyerap dari bahasa asing dalam bidang ilmu pengetahuan. Kata ilmu, jadwal, miskin, awal, akhir saja misalnya, berasal dari bahasa Arab. Biologi (biology), matematika (mathematics), geologi (geology), geografi (geography), etika (ethics) dari Bahasa Inggris. Purnama, mega, samudera (ketiga-tiganya Bahasa Sansekerta), dan lain-lain. Kata-kata tersebut, kini sudah tidak asing kedengaran di telinga dan kita manfaatkan dalam percakapan sehari-hari. Kata-kata tersebut sepanjang tidak ada padanan yang pas, mengalami asimilasi sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaidah Bahasa Indonesia tidak mengenal konsonan rangkap, kecuali istilah asing yang diindonesiakan, misalnya kata exponent menjadi eskponen; science menjadi sains, climax menjadi klimaks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berangkat dari sini, memang tidak tertutup kemungkinan bahwa kata nurse kemudian diasimilasikan ke dalam Bahasa Indonesia menjadi ners. Tapi apakah ini tidak menyalahi aturan, karena kata nurse tidak mendapatkan perlakuan yang sama dengan kata modern yang dalam Bahasa Indonesia menjadi moderen, mendapat sisipan e . Disamping itu kata moderen sudah mendapatkan definisi yang baku dalam kamus kita yang berarti mutakhir atau baru (http://www.kamus-online.com). Sedangkan ners tidak demikian halnya. Kata ners belum menjadi perbendaharaan kata yang baku dalam kamus kita, apakah itu kata benda, kata kerja ataukah istilah. Berbeda juga dengan kata perawat misalnya, dari segi etimologi, kata ners tidak berdasar dan terkesan mengada-ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Internationalisasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kamus-kamus internasional disebutkan bahwa sebutan nurse ini bukanlah sebuah gelar, melainkan profesi (Webster�€™s Ninth Collegiate Dictionary, 1993; Webster�€™s Newworld Dictionary, 2000; Oxford Advanced Learner�€™s Dictionary, 2000) yang berarti: a person who is trained or skilled in caring for the sick. Demikian pula yang sebutkan dalam kamus Inggris-Indonesia (Echols J.M. &amp;amp; Shadily, H. 1975, Kamus Inggris Indonesia). Dalam kamus-kamus tersebut nurse bisa berarti pula kata kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan halnya gelar yang menyertai seorang nurse, di Amerika Serikat Registered Nurse (RN) terpisah dari gelar akademik. Gelar profesi RN tidak dikeluarkan oleh sekolah tinggi atau universitas dari mana perawat tersebut ditempa pendidikannya. RN dikeluarkan oleh sebuah komite tertentu yang disebut N-CLEX (National Committee on Licensure Examination). Di Filipina sebutan RN juga dikeluarkan oleh Nursing Board sesudah menjalani test. Di Inggris RGN demikian juga. Tidak terkecuali pula di negara-negara lain seperti Belanda, India, Singapore dan lain-lain. �€˜Gelar�€™ RN tidak dikeluarkan oleh lembaga pendidikan di mana yang bersangkutan belajar, melainkan oleh lembaga profesional independen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gelar Ners di Indonesia diberikan bersamaan dengan gelar akademik oleh lembaga pendidikan yang menelorkan sarjana. Padahal keduanya ini mestinya terpisah ditinjau dari pemanfaatan di dunia internasional. Lembaga pendidikan S1 Keperawatan saat ini memberlakukan �€˜Dual Degrees�€™ yang di dunia internasional pendidikan nursing tidak dikenal. Gelar ners dalam percaturan nursing internasional bisa membingungkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Legitimasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sisi aturan perundangan, menurut Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional No: 178/U/2001 tentang �€˜Gelar dan Lulusan Perguruan Tinggi�€™ tidak menyiratkan sedikitpun tentang pemakaian Ners untuk gelar akademik maupun profesional. Dalam Bab III : Jenis Gelar Akademik Pasal 6 menyebutkan, bahwa: �€˜Gelar akademik terdiri atas Sarjana, Magister dan Doktor�€™.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dijabarkan lebih lanjut dalam Pasal 7: �€˜Penggunaan gelar Sarjana dan Magister ditempatkan di belakang nama yang berhak atas gelar yang bersangkutan dengan mencantumkan huruf S., untuk Sarjana dan huruf M., untuk Magister disertai singkatan nama kelompok bidang keahlian�€™. Jadi bagi penyandang sarjana keperawatan, kita bisa saja gunakan SKp atau SKep tidak masalah, tergantung �€˜kesepakatan�€™ pihak pengambil kebijakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan dalam Bab IV: Jenis Sebutan Profesional Pasal 11 ayat (1) disebutkan bahwa sebutan profesional lulusan Program Diploma terdiri atas:&lt;br /&gt;i. Ahli Pratama untuk Program Diploma I disingkat A.P.&lt;br /&gt;ii. Ahli Muda untuk Program Diploma II disingkat A. Ma.&lt;br /&gt;iii. Ahli Madya untuk Program Diploma III disingkat A. Md.&lt;br /&gt;iv. Sarjana Sains Terapan untuk Program Diploma IV disingkat SST.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gelar Ners di Indonesia diberikan bersamaan dengan gelar akademik. Di Diknas, penggunaan gelar sudah diatur sebagaimana tersebut diatas. Masalahnya, mengapa policy ini hanya berlaku pada S1 Keperawatan? Memperoleh gelar akademik sekaligus profesi. Profesional lain di program kesehatan misalnya Kedokteran, Gizi atau Kesehatan Masyarakat, apalagi non-kesehatan, tidak mendapatkan perlakuan serupa: double degrees.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun dalam SK Mendiknas Nomer 178/U/2001, Pasal 21, Ayat 3, menyebutkan bahwa �€˜Gelar akademik dan sebutan profesional lulusan perguruan tinggi di Indonesia tidak dibenarkan untuk disesuaikan dan/atau diterjemahkan menjadi gelar akademik dan/atau sebutan profesional yang diberikan oleh perguruan tinggi di luar negeri�€™, itu bukan berarti bahwa kita tidak memiliki �€˜keleluasaan�€™ untuk berkaca kepada percaturan sistem pendidikan nursing internasional. Karena dalam Fungsi dan Tujuan diselenggarakannya pendidikan tinggi sebagaimana disebutkan dalam Rancangan PP (pasal 51) tentang Pengelolaan dan Penyelenggraan Pendidikan adalah: mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa (www.depdiknas.go.id), maka sebagai profesi yang berwawasan internasional, watak serta peradaban nurses kita akan diakui oleh dunia internasional jika kita mampu bergaul dalam percaturan nursing yang mengacu pada standard internasional. Dunia internasional mengakui profesi kedokteran kita dengan gelar dr, mengakui sarjana kita: engineer, mengakui ahli gizi: nutritionist. Siapa yang mengenal Ners?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Registrasi dan Spesialisasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah seharusnya jika lulusan pendidikan nursing setingkat sarjana akan lebih memiliki bobot baik dari segi penguasaan ilmu nursing yang bisa dipadukan dengan disiplin ilmu lainnya. Menjamurnya program pendidikan Strata 1 Keperawatan di seluruh Indonesia berarti akan semakin banyak nurses setingkat sarjana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kenyataan sehari-hari dominasi dunia kedokteran dalam bidang kesehatan memang masih besar sekali (Germov, 1998). Jika dilihat dari sejarah pendirian maupun dari susunan personel lembaga pendidikan nursing di Indonesia, peran profesi kesehatan lain masih sangat dominan. Berbeda dengan di negara-negara seperti Australia, Amerika Serikat, Inggris, juga di India ataupun Philippines, dimana faculty of nursing nya independen (Bridget Hospital School of Nursing, San Juan College, Regents College Nursing, Cheridan College Nursing Program, dll); atau di bawah Faculty of Sciences (Department of Nursing University of Southern Queensland; Department of Nursing of the University of the Philippines, dll). Kenyataan ini yang menjadi kendala hingga di tingkat pusat, di mana kita tidak memiliki kemandirian di bawah Departemen Kesehatan (depkes.2007, Online).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbicara masalah jenjang profesi dan karir, tidak bisa dilepaskan dari dua tinjauan yang mendasar yaitu tinjauan akademik dan tinjauan profesional. Berdasarkan tinjauan akademik, di negara-negara yang dicontohkan di atas, jenjang pendidikannya dibagi tiga kelompok yaitu undergraduate, post graduate dan doctorate. Undergraduate yaitu jenjang pendidikan Strata 1 dengan gelar BSN/BN atau dibawahnya, post graduate setara dengan Strata 2 dengan gelar MSN/MN, dan doctorate dengan gelar DSN/DN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masing-masing strata memiliki sistem pendidikan, gelar serta peran dan tanggungjawab terhadap profesi yang sudah baku dan jelas. Misalnya untuk program diploma selama perkuliahannnya yang ditempuh antara 2 �€“ 3 tahun, tidak mendapatkan mata kuliah riset sebagai indikator jenjang yang lebih tinggi ataupun kalau dapat hanyalah sekedar pengantar riset, karena lulusannya memang tidak dituntut untuk menjadi peneliti. Tetapi paling tidak bisa ikut andil dalam membantu proses riset atau mengerti pemakaian hasil riset.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari tinjauan profesional, nurses bisa dikatakan profesional jika memiliki bukti registrasi yang mengontrol kompetensi nurses (Germov, 1998). Dengan sistem registrasi yang baku memungkinkan pengawasan terhadap kemampuan nurses sehingga senantiasa sesuai dengan perkembangan ilmu nursing yang terbaru sebagai persyaratan untuk mendapatkan registrasi. Jenjang spesialisasi bagi nurses bisa ditempuh tanpa memandang latar belakang akademik, apakah itu Diploma, BSN, atau MN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Australia, India, Philippines, Amerika, Inggris, New Zealand serta negara Barat lainnya, pemberian gelar RN merupakan pengakuan yang berkekuatan hukum terhadap kompetensi profesi yang diberikan oleh Nursing Board/Nursing Council (Edginton, 1995). Nursing Board dibentuk berdasarkan Peraturan Pemerintah [Department of Education, Science and Training (DEST)-Australia, 2003, online] dan di bawah kontrol Menteri Kesehatan (Edginton, 1995).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memperoleh predikat RN, nurses harus memenuhi beberapa persyaratan. Di beberapa negara aturannya lebih ketat dengan menyaratkan harus mengikuti ujian registrasi seperti di AS dengan NCLEX-RN nya atau di Philippine dengan Registration Examination. Di Inggris menyaratkan pelaksanakan praktek nursing selama lima tahun terakhir, dan bila sudah teregistrasi pun harus selalu meng-up date ilmu setiap dua tahun sekali yang jika tidak terpenuhi status registrasinya bisa dicabut (NMC, 2007).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Registrasi tersebut memiliki nomer dan masa berlaku yang ditentukan oleh Nursing Board. Sistem registrasi memiliki pengaruh terhadap status pekerjaannya di mana setiap individu untuk bisa bekerja sebagai nurses harus memiliki bukti registrasi tersebut. Jika dia bekerja tanpa memiliki bukti register tersebut bisa dianggap sebagai melanggar hukum (Edginton, 1995).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peningkatan profesi lain, selain dalam bentuk RN, bisa juga berupa misalnya: CRNA (Certified Registered Nurse Anaesthetist) untuk nurse anastesi, CRNP (Certified Registered Nurse Practitioner) untuk Nurse Practitioner, CNOR (Certified Nurse of Operating Room) untuk nurse kamar operasi , dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi seorang nurse memungkinkan untuk memiliki gelar RN, CNOR dll dibelakang namanya bukan hanya karena telah merampungkan jenjang pendidikan tertentu dan dalam masa tertentu saja, namun juga melalui test/seleksi yang diselenggarakan oleh badan registrasi serta memiliki dasar hukum yang jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi penyandang Strata 2, gelarnya adalah MSN (Master of Science of Nursing) dan diikuti dengan gelar spesialisasi tersebut di atas, misalnya MSN, CRNP tanpa harus mencantumkan gelar BSN karena gelar MSN tersebut lebih tinggi stratanya, kecuali jika gelar masternya adalah di luar disiplin ilmu keperawatan maka gelar BSN nya tetap dicantumkan (Untuk aturan di Indonesia, lihat SK Mendiknas).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan Inggris dan negara-negara yang berafiliasi dengannya seperti India, Pakistan, beberapa negara Arab dan Afrika, serta Australia menggunakan pola yang sama dengan Amerika hanya saja tanpa huruf S untuk gelar BSN dan MSNnya. Jadi gelar yang dipakai hanya BN atau MN. Sedang gelar spesialisasinya akan ditulis di dalam kurung mengikuti gelar utamanya. Misal MN (Adv Prac) untuk gelar Master of Nursing spesialis Advance Practice; MN (Edu) untuk Master Nursing dengan spesialis Education, dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan dari apa dan bagaimana penempatan RN serta gelar spesialisasi di atas, maka pemakaian gelar Ners semakin susah untuk ditempatkan. Jika dipakai sebagai gelar registered tidak pas lantaran lembaga yang mengeluarkannya. Demikian pula bila dipakai untuk gelar spesialisasi, Ners tidak mengindikasikan spesialisasi tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tren Globalisasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 2010 adalah awal era globalisasi, pasar terbuka. Tren globalisasi yang tidak mengenal batas negara memiliki pengaruh yang luas di segala bidang. Tenaga kerja asing termasuk nurses juga mulai merambat bursa tenaga kerja Indonesia yang harus bersaing dengan nurses di tingkat lokal (misalnya di Freeport, Irian Barat, nursesnya multinational).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dunia pendidikan kerja sama antar perguruan tinggi antar negara, merupakan salah satu kiat untuk mengahadapi tren di atas. Kerjasama antara Stikes Binawan dan Universitas Indonesia dengan University of Technology Sydney untuk program PSIK (Buletin of Central Sydney Area Mental Health, 2007, online) merupakan contoh inovatif yang bisa ditiru. Tujuan program-program internasionalisasi ini tidak lain supaya mendapatkan pengakuan di mata internasional, baik dari segi pengetahuan maupun ketrampilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diperkirakan lebih dari 4000 tenaga nurses kita di negara-negara Timur Tengah, dan sejumlah kecil di Eropa, Australia, Jepang dan Amerika serta di negara tetangga Malaysia dan Brunei. Bedanya, status nurses kita yang di luar negeri dengan foreign nurses yang ada di negeri kita adalah, jika nurses asing yang masuk ke negara kita tersebut memiliki pos yang tinggi, sedangkan nurses kita yang ada di negara asing mayoritas masih menduduki peringkat kelas bawah sekalipun dia adalah lulusan S1 (Dian S, Pers. Comm, 2007).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fenomena di atas menunjukkan bahwa keberadaan dan status nurses kita memang masih belum bisa disejajarkan dengan negara-negara lain. Salah satu penyebabnya adalah kita belum memiliki sistem pengaturan profesi yang baku. Nursing council/board yang berskala nasional belum eksis di Indonesia. Secara umum, tugas nursing council ini menangani legalitas kompetensi profesi nurses di Indonesia yang dikemas dalam bentuk registrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Germov (1998), syarat bisa dikatakan profesi adalah jika memiliki otonomi sendiri untuk mengatur standar tugas dan tanggungjawabnya, statusnya dan sistem keuangannya menurut badan profesi yang diakui secara nasional ataupun internasional. Di sinilah Nursing Board/Council kembali berperan. Sedangkan badan tersebut belum kita miliki.&lt;br /&gt;Keberadaan Persatuan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) belum bisa dikatakan sebagai Nursing Board. Sebaliknya, PPNI hanya merupakan organisasi yang memiliki fungsi sebagai wadah profesi nursing yang memiliki persamaan kehendak sesuai dengan jenis/profesi dan lingkungan kerja untuk mencapai tujuan organisasi (PPNI, 2007, Online).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rekomendasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam buku karya Kenworthy, Snowley, dan Gilling (2002) berjudul Common Foundation Studies in Nursing, konsep nursing itu dibangun dari empat unsur yaitu client, health, environment, serta nursing. Dari keempat unsur ini para peneliti kemudian mengembangkan, sehingga muncul berbagai macam teori nursing. Di antara teori-teori yang baru tersebut, yang paling penting adalah peletakan konsep di tengah-tengah disiplin ilmu yang lain sebagai suatu evidence-based practice, sebuah disiplin ilmu yang berdasar kepada bukti-bukti ilmiah, bukan semata-mata turunan, atau tiruan dari disiplin ilmu yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggunaan Ners di Indonesia, dari uraian diatas, pada hemat penulis perlu dicermati kembali. Gelar Ners perlu mendapatkan perhatian, jika masih terlalu �€˜ekstrim�€™ untuk dikatakan koreksi. Dari berbagai tinjauan di atas juga membuktikan, baik dari segi akademik, profesi maupun segi hukum, kurang mendukung penerapannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagi sebuah cabang profesi, nursing membutuhkan dasar pendidikan yang layak. Pendidikan ini membutuhkan dukungan teori serta praktek. Berbagai referensi mengemukakan teori dan parktek yang amat bervariasi. Teori-teori tersebut diajarkan di berbagai perguruan tinggi yang di dalamnya terdapat independensi (USQ-Australia, New Castle University-Australia, Regent�€™s College of Nursing-USA, dll), bukan di bawah payung fakultas kesehatan lain. Perguruan tinggi ini menawarkan beberapa program pendidikan nursing, mulai dari Associate Degree hingga Post Graduate of Nursing. Meski demikian, pemberian gelar profesional (RN) terhadap para lulusan perguruan tinggi di berbagai negara tersebut tidak dikeluarkan oleh universitas yang meluluskan, namun oleh Nursing Council / Nursing Board.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemberian gelar registered nurse, mestinya tidak perlu didiskriminasikan, apalagi oleh lembaga pendidikan. Sebaliknya, terlepas dari apakah itu lulusan diploma, sarjana, atau pasca sarjana, mereka berhak mengajukan perolehan registrasi pada sebuah lembaga independen yang mengurusinya. Di negeri kita, kalau hanya lulusan S1 yang berhak mendapatkan gelar profesi Ners, apakah lulusan diploma 3 tidak berhak mendapatkan gelar profesi serupa hanya karena tingkat pendidikannya yang satu level di bawahnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh sebab itu, prinsip yang sama bisa diterapkan di Indonesia. Mengusulkan kepada Pemerintah lewat Departemen Kesehatan untuk membentuk Nursing Council yang sudah mendesak kebutuhannya. Nursing council ini tidak menutup kemungkinannya bisa dibentuk secara independen. Sudah waktunya pula PPNI, sebagai satu-satunya organisasi nursing, mewujudkan impian anggotanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uraian diatas membuktikan bahwa gelar Ners tidak bisa disejajarkan dengan RN sebagaimana yang ada di luar negeri semisal AS atau RGN di Inggris, khususnya jika ditinjau dari aspek akademik, aturan peletakan gelar serta pengakuan hukum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya saja, sebagian besar warga profesi kita sudah terlanjur terbiasa mudah ikutan (latah) tanpa berpikir kritis terhadap segala konsekuensinya. Tidak terkecuali menyikapi pemakaian gelar. Gelar Ners begitu saja ditelan tanpa mempertimbangkan apakah tepat atau tidak penggunaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam wawancara dengan salah satu stasiun TV, pada 7 Juni 2004, pakar ekonomi dari Harvard University, Hartojo Wignjowijoto (Husaini, 2004, online), menyatakan, �€œProblem mendasar bangsa Indonesia adalah �€˜tidak memiliki kepercayaan diri�€™ dan �€˜tidak mau kerja keras�€™. Tidak percaya diri, malas bekerja, malas belajar, malas mencari ilmu, mau dapat gelar tanpa bekerja keras merupakan kendala besar kita. Lihatlah, begitu banyaknya program yang menawarkan gelar magister, doktor, dari berbagai institusi pendidikan, tetapi tidak memperhatikan kualitas penerima gelar. Sekarang, sudah sampai di kampung-kampung, orang menawarkan program mudah untuk mendapatkan gelar magister atau doktor.�€�&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akankah kita sebagai nurses, mau disejajarkan dengan kelompok tersebut? Sudah tentu tidak! Hanya saja hal ini perlu bukti. Setidaknya, gelar profesional ini tidak hanya slogan yang ada di belakang nama penyandangnya. Tanpa Ners pun, melalui pola kerja kita yang kompeten, klien akan tahu, bahwa profesional yang ada di sampingnya bukan seperti yang disebutkan oleh pakar ekonomi dari Harvard di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;diposting dari: www.inna-ppni.or.id&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5619393640843984386-4358725315090369466?l=nurul-izzah24.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nurul-izzah24.blogspot.com/feeds/4358725315090369466/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nurul-izzah24.blogspot.com/2009/06/efektivitas-penggunaan-gelar-ners.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5619393640843984386/posts/default/4358725315090369466'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5619393640843984386/posts/default/4358725315090369466'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nurul-izzah24.blogspot.com/2009/06/efektivitas-penggunaan-gelar-ners.html' title='Efektivitas Penggunaan Gelar Ners�'/><author><name>Ketika harus bicara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00930700202519247955</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5619393640843984386.post-1440186229979864248</id><published>2009-05-17T23:53:00.000-07:00</published><updated>2010-05-11T02:10:58.896-07:00</updated><title type='text'>ketika aku harus berjuang</title><content type='html'>mengarungi samudera kehidupan..&lt;br /&gt;kita ibarat para pengembara&lt;br /&gt;hidup ini adalah perjuangan&lt;br /&gt;tiada masa tuk berpangku tangan&lt;br /&gt;( sautul harokah: bingkai kehidupan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;it's my favorit song. memberi inspirasi dalam perjuangan hidupku.&lt;br /&gt;betul kata2 "hidup adalah perjuangan". Tiap-tiap dari kita berjuang untuk hidup kita serta untuk orang2 yang kita cintai. Seberapa berat pun itu bahkan terkadang ada yg harus kita korbankan. tapi ketika semua itu kita lalui dengan sabar, insya Allah semua akan berbuah indah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5619393640843984386-1440186229979864248?l=nurul-izzah24.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nurul-izzah24.blogspot.com/feeds/1440186229979864248/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nurul-izzah24.blogspot.com/2009/05/ketika-aku-harus-berjuang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5619393640843984386/posts/default/1440186229979864248'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5619393640843984386/posts/default/1440186229979864248'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nurul-izzah24.blogspot.com/2009/05/ketika-aku-harus-berjuang.html' title='ketika aku harus berjuang'/><author><name>Ketika harus bicara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00930700202519247955</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5619393640843984386.post-6513041516617143166</id><published>2009-03-29T00:55:00.000-07:00</published><updated>2009-05-17T23:18:08.629-07:00</updated><title type='text'>bertahankah kita di jalan dakwah</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; inilah tulisan perdanaku,&lt;br /&gt;jalan dakwah ini masih sangat panjang, beribu rintangan akan menghadang,&lt;br /&gt;kerikil-kerikil tajam siap menghadang di setiap perjalanan kita&lt;br /&gt;mampukah kita menghadapinya??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya hanya ingin bercerita mengenai kisah seorang aktivis dakwah,&lt;br /&gt;ya... boleh dikatakan disaat bersemangatnya ia di jalan dakwahnya, tiba2 ujian itu datang&lt;br /&gt;dimana ia diberi pilihan antara keluarga atau jamaah...&lt;br /&gt;sungguh berat kan??&lt;br /&gt;di satu sisi,ia ingin terus berjuang, menegakkan kalimatullah&lt;br /&gt;di sisi lain, ia harus mengikuti keluarganya yang menentangnya..&lt;br /&gt;sebenarnya, bukannya ia gagal  berdakwah di keluarganya, tapi karena adanya kekecewaan keluarga terhadap jamaah yang akhirnya berimbas pada aktivis dakwah tsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi karena komitmen yang kuat, ketabahan, kesabaran serta doa&lt;br /&gt;akhirnya ia tetap mampu bertahan.&lt;br /&gt;karena sesungguhnya tantangan dan ujian itulah yang akan membuktikan apakah ia seorang mujahid/mujahidah tangguh ataukah hanya seseorang yang lemah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5619393640843984386-6513041516617143166?l=nurul-izzah24.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nurul-izzah24.blogspot.com/feeds/6513041516617143166/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nurul-izzah24.blogspot.com/2009/03/bertahankah-kita-di-jalan-dakwah.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5619393640843984386/posts/default/6513041516617143166'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5619393640843984386/posts/default/6513041516617143166'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nurul-izzah24.blogspot.com/2009/03/bertahankah-kita-di-jalan-dakwah.html' title='bertahankah kita di jalan dakwah'/><author><name>Ketika harus bicara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00930700202519247955</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry></feed>
